Rizky Tampil Memukau di Consert Piano Klasik

by -47 views

WONOSOBOZONE – Rizky Nugroho Hery Bhaskoro (22), pianis klasik asal Wonosobo yang tengah menempuh di Jurusan Pendidikan Musik Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta tampil memukau di Consert Hall ISI setempat. .
.
Dalam pentas bertajuk The Sound Of Us itu, dia tampil bersama Dwi Hansen, Stepanus Septian Raynaldo, Rosalina Samosir, Fransiska Evelyn Alyadeva Boru Purba dan Joshua Isaac Lilipory, semua mahasiswa Fakultas Seni Musik ISI Yogyakarta. .
.
Remaja kelahiran Wonosobo, 29 November 1996 dan alumnus SMA Muhammadiyah Wonosobo itu, dalam gelaran tersebut membawakan repertoar Chaconne in D minor BWV 1004, 1st Movement (JS Bach-Busoni) dan The Swan (Camille Saint Saens) fot piano for Cello, Cellest Fariz Triady. Saat membawakan repertoar di atas, remaja berkaca mata itu, tampak total dan sangat menghayati permainan piano klasik yang dibawakan. .
.
Kepiawaian dalam memainkan deting piano bahkan tak jarang mendapat aplaus yang meriah dari para penonton. Rizky yang punya nama panggilan Kiky ini mengaku pertama kali mengenal instrument keyboard pada umur 11 tahun. Ketika itu, dia masih duduk dibangku SD Negeri Jaraksari 1 Wonosobo. Kemampuan bermusik pun terus diasah hingga di sekolah di SMPN 2 Selomerto dan SMA Muhammadiyah Wonosobo. .
.
Pada tahun 2015 selepas lulus SMA, putra pasangan Ir Bambang Haryanto dan Haryati yang asli Jaraksari Wonosobo itu, memutuskan untuk belajar piano klasik dibawah bimbingan Dra Rianti M Pasaribu, MA dosen musik ISI Yogyakarta. “Tahun berikutnya saya ikut seleksi masuk Jurusan Pendidikan Musik ISI Yogyakarta dan alhamdulillah diterima. Saya berniat mendalami musik dan ingin meneruskan kuliah musik di luar negeri”, katanya. .
.
Selama kuliah di ISI, dia aktif di organisasi KKM Clavier dan Hima Musik serta aktif manggung di berbagai pegelaran baik di kampus ISI maupun di luar kampus. Dia tercatat pernah mengikuti Master Class dengan Dr Ayke Agus (USA) pada tahun 2016 dan Oriana Tio PGL, M Sn (Indonesia). Pada tahun 2017 tampil bersama Airin Efferin (Indonesia) dan Adolovni Acosta (Philipines) di tahun 2018.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *