Permudahkan Anggotanya Miliki Rumah, Polres Wonosobo Jalin Kerjasama KPR Dengan BNI

by -23 views

WONOSOBOZONE – Guna memudahkan anggotanya untuk memiliki rumah, Polres Wonosobo menjalin kerjasana dengan Bank Negara Indonesia (BNI) Cabang Wonosobo terkait Kredit Perumahan Rakyat (KPR). Hal tersebut terlihat ketika Kapolres Wonosobo, AKBP Abdul Waras menandatangani MoU dengan Kepala BNI Cabang Wonosobo, Muh. Musafak di aula Polres Wonosobo, Rabu (26/9/2018). “Hal ini menjadi peluang bagi anggota untuk dapat memiliki rumah. Selain itu, kerjasama dengan BNI ini merupakan program dari Polri yang m3nghimbau untuk menjalin hubungan baik dengan lembaga keuangan setempat,” ungkap Kapolres usai penandatanganan MoU di hadapan ratusan anggotanya.

Menurut Kapolres, kerjasama tersebut bisa menjadi kesempatan menanam investasi di bidang property bagi anggota polisi. Karena, lanjutnya, setiap tahun harga property tidak akan rugi. Kapolres menghimbau untuk jangan membeli barang yang setiap tahunnya harganya turun. “Contohnya membeli kendaraan tahun ini dibeli tahun depan dijual pasti akan rugi. Nah ini mumpung ada program KPR bersubsidi, jadi bisa dioptimalkan,” bebernya.

Rumah yang ada dalam program BNI griya bersubsidi ini dengan harga sebesar Rp 130 juta per unit dengan ukuran tipe 36 dengan bantuan subsidi dari pemerintah. Selain itu, program bisa dibantu uang mukanya dengan pinjaman PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Asabri) sebesar Rp 14 juta bagi anggota aktif. Sedangkan bagi pensiunan bisa mencapai Rp 20 juta. Hal itu diamini Kepala Cabang BNI Wonosobo, Muh Musafak, yang menyatakan pihaknya memang telah bekerja sama dengan PT Asabri tentang pelaksanaan pembayaran angsuran KPR Subsidi.

Bukan hanya itu, tetapi juga pemberian pinjaman uang muka (PUM) dan bantuan uang muka (BUM), untuk peserta Asabri dan pensiunan Kementerian Pertahanan Republik Indonesia  TNI/Polri, pelaksanaan tersebut untuk mendukung program perumahan bersubsidi bagi anggota TNI/Polri yang belum memiliki rumah. “Kami juga telah menyediakan lahan kurang lebih 1.000 meter persegi,” jelas Musafak.

Untuk lokasi KPR yang saat ini ditawarkan, berada di dua lokasi yakni Perumahan Akatara dan Perumahan Dieng yang keduanya berada di Jalur Lingkar Utara Wonosobo tepatnya di Desa Andongsili Kecamatan Mojotengah, Wonosobo. “Tidak hanya itu kami juga bersedia membantu proses pembangunan rumah untuk bapak ibu apabila sudah memiliki tanah sendiri dan syaratnya sudah dipondasi serta sertifikat tidak dalam jaminan,” ujarnya.

Musafak menyebut program BNI Griya Bersubsidi tersebut merupakan program dukungan pembiayaan perumahan dari Kementrian Perumahan Rakyat. Program ditujukan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang ingin memiliki rumah melalui fasilitas kredit pemilikan rumah (KPR), dengan syarat yang berlaku untuk pembelian rumah sederhana, pembiayaan bank maksimal 99 persen untuk harga rumah yang akan dibiayai.

Selain itu, pegawai benar-benar berpenghasilan tetap mau pun tidak tetap, maksimum penghasilan debitur Rp 4 juta per bulan untuk pembelian rumah. Sedangkan Rp 7 juta per bulan untuk pembelian rumah susun dan suku bunga lima persen selama jangka waktu kredit dan jangka waktu kredit sampai 20 tahun. “KPR yang dilaksanakan BNI ini sudah ada ketentuan dan syarat dari pemerintah dengan ukuran sama yaitu tipe 36,” pungkasnya. (Ard)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *