Pelajar Sperosel Outing Class di Agrowisata Tanjungsari

by -75 views

Siswa-Siswi Kelas 7B Sperosel Belajar Mengenali Proses Pengolahan Teh Dari Hulu Ke Hilir

WONOSOBOZONE – Kegiatan pembelajaran luar ruangan, atau biasa disebut outingclass untuk masa tengah semester pertama bagi para siswa-siswi Kelas 7B SMP Negeri 2 Selomerto (Sperosel) kembali digelar, Rabu (25/9). 32 anak, didampingi orang tua nya masing-masing mengunjungi objek wisata agro milik PT Teh Tambi di Tanjungsari Sapuran, sebagai lokasi outingclass. Pemilihan agrowisata Tanjungsari, menurut Ketua Paguyuban Wali Murid Kelas 7B, Derajat Hariyadi merupakan hasil kesepakatan bersama dalam rapat orangtua siswa. “Kami menyepakati agrowisata Tanjungsari ini karena fasilitas yang ada sudah cukup memadai untuk media rekreasi dan edukasi bagi anak-anak, jadi tidak hanya bergembira, tapi juga bisa belajar lebih jauh mengenai seluk beluk pengolahan teh,” tutur Derajat ketika ditemui di sela-sela mendampingi kegiatan di perkebunan Teh.

Pembelajaran langsung di lapangan, menurut Derajat juga penting untuk memberikan wawasan baru bagi para siswa, khususnya terkait industri teh yang selama ini baru dipahami sebatas minuman ketika tersaji di dalam gelas. Di Agrowisata Tanjungsari, setiap pelajar yang sebelumnya telah memesan tempat untuk kegiatan outdoor memang disediakan sejumlah kegiatan, seperti berkeliling kebun teh, mengamati pola pemeliharaan hingga pemetikan teh yang sudah siap masuk ke tahap pengolahan, meninjau pembibitan teh, hingga diajak masuk ke pabrik pengolahannya. “Setelah diajak berkeliling kebun dan masuk ke pabrik, para siswa dipersilahkan untuk menikmati suasana asri dan beragam wahana permainan hingga spot foto di kawasan agoriwisata,” jelas Novi, salah satu pemandu yang bertugas mendampingi kunjungan ke pabrik pegolahan. Bagi yang senang berenang, UPT Tanjungsari menurut Novi juga menyediakan kolam, baik untuk ukuran anak-anak maupun kelas standar kompetisi.

Di pabrik pengolahan teh sendiri, para siswa diakui Novi akan dengan mudah memahami bagaimana alur pembuatan teh hingga siap dikemas dan didistribusikan kepada konsumen. Teh yang telah dipetik dari kebun dan masih basah diproses untuk pengeringan, sebelum kemudian masuk ke tahap lebih lanjut. “Proses pemilahan teh untuk dikemas dalam berbagai bentuk kemasan siap jual, juga kami perlihatkan kepada para siswa, sehingga mereka lebih paham, bahwa menyajikan teh hingga siap diminum memerlukan proses cukup panjang,” imbuh Novi. Bagi yang berminat untuk membeli langsung, teh produksi PT Tambi, Novi juga mengaku telah menyiapkan outlet penjualannya di dekat lokasi penjualan tiket.

Sementara, Wali Kelas 7B Ranon Emmyda mengaku sangat mengapresiasi adanya inisiatif wali murid untuk mengajak para siswa ke Agrowisata Tanjungsari. “Selain ini cukup dekat untuk dijangkau, akses juga mudah dan fasilitasnya cukup lengkap, baik untuk sarana rekreasi maupun objek study luar kelas,” terang Ranon. Menurutnya, seluruh kegiatan siswa diatur dan dibiayai sendiri oleh orangtua melalui paguyuban yang telah terbentuk. Turut sertanya orang tua dalam kegiatan outingclass, diakuinya juga merupakan upaya pihak sekolah untuk mengakrabkan jalinan silaturahmi antara sesama wali murid, serta agar para orangtua juga mengetahui aktivitas anak-anak mereka di sekolah.

(Netizen journalist, sumber : Paguyuban Wali Murid Kelas 7B SPEROSEL)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *