Dipentaskan Ki Bambang Sutejo, Lakon Suryatmaja Surtikanthi Tuai Pujian Dari Turis Belanda

by -22 views

WONOSOBOZONE – Dalang asal Mirombo Rojoimo, Ki Bambang Sutejo bersama keluarga besar Persatuan Pedhalangan Indonesia (PEPADI) Kabupaten Wonosobo diundang untuk mementaskan pagelaran ringgit purwa (Wayang Kulit) di Pondok Seni Budiharjo, Borobudur Magelang, Minggu (23/9) malam. Mengangkat lampahan, alias lakon Suryatmaja Surtikanthi, pagelaran yang dihadiri pula Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, One Andang Wardoyo itu berhasil menarik perhatian sejumlah wisatawan domestik dan mancanegara yang tengah berlibur di kawasan Candi Borobudur. Eva (22) dan temannya Sofie (22), dua turis wanita asal Negeri Kincir Angin Belanda termasuk yang kagum dengan pagelaran wayang kulit selama sekitar 4 jam itu.

Dibantu penerjamah, Sofie yang sempat diajak naik ke atas pentas di tengah pagelaran mengakui ia kagum dengan wayang kulit. “Tidak menyangka malam ini bisa melihat langsung pagelaran wayang kulit, karena selama ini saya hanya mendengar cerita nya dari saudara-saudara yang pernah ke Indonesia,” tutur Sofie. Sudah berkeliling sejumlah daerah di Indonesia selama 3 minggu, Sofie dan Eva mengaku baru melihat wayang kulit pada kunjungan mereka di Borobudur. Meski tidak paham alur cerita karena kendala bahasa, baik Sofie maupun Eva mengaku tertarik dengan kemampuan Ki Bambang Sutejo yang mampu menirukan beragam jenis suara dengan sangat lancar. “Terdengar lucu dan sangat menghibur karena diiringi musik gamelan dan tembang-tembang yang sepertinya sesuai dengan alur cerita,” lanjut Eva.

Kekaguman dua turis asing terhadap pagelaran wayang kulit yang dibawakan Ki Bambang Sutejo, diakui Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Wonosobo, One Andang Wardoyo menjadi salah satu tujuan dipentaskannya ringgit purwo di kawasan wisata berkelas Internasional. “Memperkenalkan seni budaya khas Indonesia ke mancanegara menjadi salah satu upaya promosi yang akan menarik minat para wisatawan mancanegara untuk datang berkunjung,” ungkap Andang. Dengan tampilnya dalang asal Wonosobo, ia juga berharap nantinya wisatawan akan tertarik untuk mengunjungi berbagai objek Wisata yang ada di Kabupaten Wonosobo, karena jarak dengan Borobudur juga tidak terlampau jauh. “Kabupaten Wonosobo juga kaya dengan potensi kesenian dan kebudayaan yang akan mampu menjadi daya tarik wisata minat khusus sehingga adanya kesempatan untuk berpromosi seperti ini jelas kami sambut baik,” lanjutnya.

Senada, Ki Dalang Bambang Sutejo ketika ditemui sebelum pentas mengaku ia selaku undangan dan keluarga PEPADI Wonosobo, berupaya tampil secara maksimal demi menunjukkan daya tarik wayang kulit. “Lakon suryatmaja surtikanthi ini kami pilih untuk diangkat karena dari sisi ceritanya tentang kisah asmara antara Suryatmaja dengan Dewi Surtikanthi, memiliki arti dan makna mendalam,” terangnya. Selain kisah asmara, dalam lakon Suryatmaja Surtikanthi menurut Bambang juga terkandung unsur tata kelola Negara dan Pemerintahan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *