Mayoritas Sapi Kurban Mengandung Cacing Hati

by -28 views

WONOSOBOZONE – Mayoritas sapi kurban yang disembelih warga Perum Purnamandala Kelurahan Bumireso Wonosobo, Rabu (22/8), mengandung cacing hati.

Dari 7 sapi kurban yang disembelih panitia kurban Masjid Baitul Mujahidin setempat, 6 sapi mengandung cacing hati atau fasciola hepatica. Demikian juga sapi yang disembelih panitia kurban di Masjid Sabilulungan Huda dan Masjid Amal Bakti Muslim Pancasila seluruhnya mengandung cacing hati.

Kepastian tersebut ditemukan Widodo, petugas Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Dinas Tanaman Pangan, Pertanian dan Perikanan Kabupaten Wonosobo yang memantau pelaksanaan penyembelihan hewan kurban di Perum Purnamandala Bumireso Wonosobo, kemarin.

Hati sapi yang mengandung cacing oleh panitia dimusnahkan dengan cara dipendam dalam tanah. Hati sapi yang mengandung cacing berwarna hitam. Jika dibelah akan keluar cacing berbentuk pipih dalam jumlah yang cukup banyak.

Bila tetap dikonsumsi oleh warga, hati sapi yang mengandung cacing bisa membahayakan organ dalam pengkonsumsi. Meski hati sudah dimasak dampak yang ditimbulkannya tidak seketika tapi bisa dalam jangka waktu bulan bahkan tahunan.

Menurut Widodo, sapi kurban yang akan disembelih sebenarnya bisa dikenali jika terindikasi hatinya mengandung cacing atau sapi tidak sehat. “Sapi yang mengandung cacing hati, matanya sayu dan basah, bulu kulitnya mudah rontok atau kalau diusap bulu sapi gampang brodoli”, kata dia.

Pada idul adha tahun ini, takmir masjid Baitul Mujahidin Purnamandala, menyembelih 7 sapi dan 5 kambing. Sedang takmir masjid Sabilul Huda memotong 4 sapi dan 16 kambing.

Ketua Takmir Masjid Baitul Mujahidin Ahmad Ridho mengatakan daging sapi selain diberikan kepada warga setempat juga dibagikan kepada pembantu rumah tangga (PRT) yang bekerja di rumah warga Perum Purnamandala. Selain itu juga diberikan kepada pedagang keliling yang sehari-hari berjualan di komplek perumahan.

Warga yang ikut kerja bakti menyembelih dan membagikan daging sapi sejak pagi bergotong royong untuk memotong, mencacah dan mendistribusikan daging kurban ke warga dan pihak lain yang membutuhkan. Gotong royong bahkan baru selesai selepas sholat ashar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *