Digelar Agustus, Rakons PKK Dinilai Tepat

by -20 views

WONOSOBOZONE – Agenda tahunan rapat konsultasi (rakons) PKK Kabupaten Wonosobo, yang digelar di Gedung Korpri, Kamis (16/8) dinilai tepat waktu. Kasubbag Keuangan dan Aset Desa Bagian Pemerintahan Setda, Aldhiana Kusumawati, yang hadir sebagai narasumber dalam rapat konsultasi tersebut menilai, bulan Agustus merupakan waktu tepat karena pembahasan anggaran di musyawarah rencana pembangunan desa belum selesai. “Para kader, selepas mengikuti rakon ini mestinya bisa lebih lantang bersuara, untuk memperjuangkan anggaran bagi sejumlah pos yang menjadi kewenangan mereka,” terang Aldhiana.

Bagi para pemangku kewenangan desa, anggaran dana transfer yang kini di Wonosobo rata-rata sudah di atas 1 Milyar Rupiah per desa diakui Dina masih banyak disalurkan untuk kepentingan pembangunan sarana infrastruktur. Padahal, setelah masuk di tahun keempat distribusi dana transfer di Kabupaten Wonosobo, Dina menyebut sebagian besar Desa sudah merampungkan pekerjaan terkait infrastruktur, khususnya jalan. “Memasuki tahun kelima ini, sudah semestinya momentum para kader PKK untuk menyuarakan pentingnya alokasi dana transfer desa untuk pembangunan sumber daya manusia, seperti meningkatkan capaian pendidikan atau angka harapan sekolah, mencegah pernikahan anak, hingga meningkatkan fasilitas pendidikan anak usia dini,” tutur Dina lebih lanjut.

Selain terkait peningkatan kapasitas sumber daya manusia, dana transfer ke desa yang semakin bertambah setiap tahunnya, menurut Dina dapat pula dialokasikan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Pentingnya sanitasi dan jambanisasi bagi rumah tangga yang selama ini menjadi salah satu indikator kemiskinan, menurut Aldhiana perlu terus disuarakan, demi meningkatkan kesadaran warga akan urgensi kesehatan. “Di sinilah peran strategis para kader PKK kami harapkan mampu ditunjukkan secara nyata, berani bersuara dalam setiap musyawarah perencanaan pembangunan,” paparnya. Dengan adanya kader PKK yang memiliki keberanian untuk menyuarakan kepentingan tersebut , ia meyakini kedepan arah pembangunan desa bakal lebih terfokus.

Harapan Aldhiana itu selaras dengan arahan Ketua TP PKK Kabupaten Wonosobo, Fairuz Eko Purnomo. Dalam sambutan pembukaan rakon, Fairuz menegaskan perlunya para kader mulai dari Kecamatan hingga desa benar-benar memahami persoalan di wilayah kerja masing-masing. “Rapat kosultasi ini kita gelar secara rutin tahunan dengan tujuan untuk terus meningkatkan peran para kader PKK sehingga fungsi pemberdayaan masyarakat dapat berjalan sebagaimana mestinya,” terang Fairuz. Sejumlah isu, seperti rendahnya angka partisipasi pendidikan, pernikahan anak, angka kematian ibu dan bayi hingga upaya pengentasan kemiskinan, disebut Fairuz harus menjadi fokus sasaran program kerja di tahun-tahun mendatang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *