Atasi Kekumuhan, 5 Kelurahan di Wonosobo Terima Bantuan 7 Milyar

by -48 views

WONOSOBOZONE – Sebanyak Lima Kelurahan yang ada di Kecamatan Wonosobo, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah menerima Bantuan Dana Investasi (BDI) dari pusat sebanyak 7 Milyar di tahun 2018. Lima Kelurahan tersebut adalah Kelurahan Wonosobo Timur, Wonosobo Barat, Jaraksari, Sambek dan Mlipak. Hal tersebut disampaikan Koordinator Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU), Thomas Puguh Gunawan di sela pelatihan pengentasan kekumuhan di Aula Kecamatan Wonosobo Selasa (2/8/2018). Thomas mengatakan bantuan tersebut diproyeksikan untuk mengatasi kekumuhan yang ada di Kecamatan Wonosobo dalam program KOTAKU yang sebelumnya di Wonosobo telah digencarkan sejak 2014 silam. “Program KOTAKU ini dilaksanakan dalam mengatasi masalah kekumuhan yang ada di tiap Kabupaten bahkan sampai level Kelurahan.

Daerah yang kumuh kita perbaiki dan yang belum kumuh kita cegah jangan sampai menjadi kumuh. Untuk dana BDI nya kemungkinan bisa cair di bulan Agustus-Oktober ini,” terang Thomas yang juga bertindak sebagai narasumber dalam pelatihan yang diikuti 60 peserta dari Lembaga Keswadayaan Masyarakat (LKM), Lurah/Kades dan beberapa perangkat Desa/Kelurahan se-Kecamatan Wonosobo.

Upaya mengatasi kekumuhan yang ada, Thomas menyebut sedikitnya ada 7 indikator yang menjadi PR penting di lima kelurahan tersebut. Diantaranya dari segi infrastruktur, sarpras jalan, sarpras drainase, akses air minum, sanitasi, persampahan dan kebakaran.

Sedangkan untuk pencapaian yang telah dilakukan, menurut Thomas baru menghasilkan tak kurang dari 1 hektar kawasan bebas kumuh di lima kelurahan itu. Mengingat dukungan dari berbagai pihak masih belum optimal. “Tahun 2017 kemarin kita juga mendapatkan dana dari pusat sebesar 500 juta rupiah. Namun itu hanya untuk satu kelurahan saja, yakni Jaraksari. Itu saja masih belum cukup. Karena kalau hanya mengandalkan dana dari pusat, masih sangat jauh dari target. Harus ada alokasi anggaran juga dari Propinsi, Daerah, Swasta serta partisipasi dari masyarakat sekitar. Kami yakin hal itu berlaku untuk wilayah di seluruh Indonesia,” bebernya.

Sementara terkait penggunaan bantuan, Kepala Kelurahan Wonosobo Timur, Kartimin mengakut telah merealisasikan dalam bentuk infrastuktur, penanganan persampahan dan antisipasi kebakaran. Sementara empat indikator lainnya baru akan ia gencarkan di tahun 2018 ini. Mengingat adanya keterbatasan biaya dan partisipasi dari masyarakat sekitar.

Namun menurut Kartimin, pihaknya beserta tim pendamping KOTAKU dan instansi terkait akan melakukan sinergitas yang lebih optimal untuk dapat mengatasi kekumuhan yang ada. “Kelurahan kami mendapatkan SK Kumuh dari Bupati sejak 2014 dan ditargetkan 2019 bisa terbebas dari Kumuh. Semoga hal itu bisa tercapai dengan berbagai upaya yang telah kami lakukan,” pungkas Kartimin. (Ard)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *