Untuk Hasil Sembelih Yang ASUH, 35 Pengurus Takmir Dilatih Jadi JULEHA

by -21 views

WONOSOBOZONE – Dinas Pangan Pertanian dan Perikanan Kabupaten Wonosobo bekerjasama dengan Majelis Ulama Indonesia kembali menggelar bimbingan teknis untuk para juru sembelih halal (Juleha), Selasa (31/7). Bimtek yang digelar di KUA Kecamatan Leksono tersebut, menurut Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, drh Sidik Driyono ditujukan bagi 35 pengurus takmir masjid di wilayah Leksono dan Sukoharjo, agar nantinya mereka mampu menghasilkan hasil hewan sembelihan yang memenuhi unsur ASUH, alias aman, Sehat, Utuh dan Halal.

“Latar belakang dari digelarnya Bintek ini adalah dalam rangka mengantisipasi datangnya Idul Adha sebentar lagi, agar pada saat penyembelihan hewan kurban nantinya para takmir ini sudah paham tekniknya dengan baik dan benar sesuai kaidah islam,” tutur Sidik saat ditemui di sela pelatihan. Dijelaskannya, penyembelihan yang dilakukan pada saat Idul Qurban merupakan suatu usaha untuk mematikan hewan dengan cara mengeluarkan darahnya sehingga menjadi halal dagingnya. “Dalam pelatihan ini para calon juleha diajarkan untuk mengetahui bahwa penyembelihan yang menghasilkan daging ASUH harus dilakukan dengan Thayyib alias baik, Tatmim atau sempurna, diantara Dzabh alias ujung leher dan Nahr atau pangkal leher,” lanjut Sidik.

Dari penyembelihan itulah, ditegaskan Sidik menjadi titik kritis penentu apakah daging yang dihasilkan halal atau tidak. Hal itu, diakuinya merupakan salah satu tugas dari Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, yaitu menyediakan hewan kurban yang layak serta menghasilkan daging yang halal untuk dikonsumsi masyarakat. “Nanti para peserta pelatihan selain menerima materi teori juga akan kita ajak menyimak secara langsung praktik penyembelihan 1 ekor kambing dan 2 ekor ayam, yang sesuai kaidah-kaidah di atas,” tandasnya.

Pentingnya peran Juleha juga diakui oleh Amin, salah satu praktisi juru sembelih halal yang dalam kesempatan tersebut turut melatih peserta Bimtek. Menurut Amin, seorang juleha idealnya bersertifikat halal, untuk memastikan cara penyembelih yang benar sesuai norma Islam, juga agar tidak menyakiti hewan kurban saat disembelih. “Hewan yang disembelih harus langsung mati agar tidak merasa tersakiti dari teknik penyembelihan, serta sebelum disembelih baiknya juga dijauhkan dari hewan lain sehingga tidak mengalami stress karena melihat teman mereka disembelih,” tuturnya. Para juleha, disebut Amin selayaknya juga tidak melakukan penyembelihan di dekat anak-anak yang belum cukup umur, demi menghindari efek psikologis seperti kekerasan dan sadisme,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *