Tiga Ruang Kelas SMPN 2 Kepil Ludes Terbakar

by -110 views

WONOSOBOZONE – Lagi lagi kebakaran yang diduga sebagai pemicu terjadinya hubungan arus pendek (konsleting) listrik yang menimpa SMPN 2 yang berlokasi di jalan Magelang Km.29 Randusari, Kepil, Wonosobo, kejadian sekitar pukul 18.30 wib hari ini, Jumat(27/7).

Api brgitu mudah melalap bangunan gedung satu lokal/blok terdiri dari tiga ruang kelas (ruang kelas 8A,9D dan 9E), seperangkat alat kesenian berupa gamelan. Tidak ada kerugian jiwa dari kejadian tersebut, namun kerugian yang sudah bisa ditaksir untuk seperangkat gamelan kurang lebih 80 juta, sedang kerugian tiga ruang kelas belum bisa ditaksir sambil menunggu tim assesment. Padahal gedung tersebut baru saja selesai direhab tahun 2016 belum begitu lama, namun malang tak bisa ditolak karena konsleting listrik, bisa memantik terbakarnya gedung dalam musim kemarau ini.

TNI dari Koramil 09/Kepil, Polsek, SAR Kecamatan Kepil, PLN Sapuran dan masyarakat beramai ramai memadamkan api agar tidak menjalar ke gedung yang lain. Dengan datangnya 4 unit mobil pemadam kebakaran dan kerja sama seluruh komponen yang ada api bisa dipadamkan sekitar pukul 20.30 wib. Danramil 09/Kepil Kapten Inf Sugeng Hariyanto yang kebetulan juga termasuk pejabat di BPBD. Mengapresiasi kesigapan aparat dan masyarakat sehingga kebakaran tidak sampai merembet ke gedung yang lain.

Dengan waktu kurang lebih 2 jam api bisa dipadamkan,semua karena koordinasi yang baik. Tanpa koordinasi yang baik mungkin api belum bisa dipadamkan. Terlebih keberadaan unit pemadam yang berada dipusat kota membutuhkan waktu untuk mencapai lokasi kebakaran. Sugeng juga berpesan kepada semua warga agar berhati hati dengan sumber api, apakah dari tungku, listrik maupun perangkat elektronik lainnya yang sangat mudah memicu kebakaran. Kabel yang sudah berumur juga perlu mendapat perhatian khusus dari para penghuninya,karena bisa saja menjadi pemicu terjadinya kebakaran. Dari banyaknya kebakaran yang terjadi sering disebabkan karena kesalahan manusia(human error’),untuk itu waspada dan hati hati merupakan antisipasi yang tepat daripada sampai kejadian, pungkas Sugeng.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *