Chef Profesional Dituntut Untuk Berfikir Kreatif

by -46 views

MagelangZone (26/07) – Sebanyak 30 chef profesional mengikuti lomba memasak bertajuk Artos Top Chef yang digelar Artos Mall Magelang di atrium utama mal, Rabu (25/7). Mereka berjuang menghasilkan masakan yang enak dan menarik perhatian juri untuk menjadi pemenang. Artos top chef kategori profesional ini merupakan kompetisi ke dua setelah kategori umum yang diadakan pada Selasa (24/7) lalu.

“Perbedaan mendasar antara kategori umum dan profesional adalah waktu penyelesaian dan tantangan. Di kategori profesional ini peserta ditantang membuat beberapa menu dalam waktu yang singkat”, terang, event & promotion Artos Mall, Amalia Mahdhiani. Ia menuturkan, Artos Top Chef ini merupakan yang kelima kalinya diadakan dan menjadi salah satu agenda tahunan Artos Mall.

Setelah melewati babak penyisihan, terpilihlah 10 peserta untuk mengikuti babak final. Menariknya, saat tantangan teknikal seluruh finalis gagal membuat membuat saus hollandaise, salah satu dari 7 saus utama ala western food. Dalam waktu 10 menit, tidak ada satu pun finalis yang berhasil membuat saus hollandaise sebagaimana mestinya.

Salah satu juri yang merupakan ketua Indoneisan Chef Assocation Jawa Tengah, Hendri Purwanto menyatakan bahwa kejadian ini sangat mengejutkan. Bagaimana tidak, sebagai chef profesional dari hotel dan restauurant tidak ada yang berhasil menyelesaikan tantangan.

“Hal-hal kecil seperti ini harus diperhatikan karena menjadi chef profesional itu dituntut untuk menguasai dasar-dasar masakan”, tegasnya saat memberikan penilaian.

Sementara itu, salah satu juri yang merupakan ketua Indoneisan Chef Assocation Jakarta, I Made Witara menambahkan bahwa menjadi chef profesional juga dituntut untuk berpikir kreatif. Dalam waktu yang singkat dengan bahan yang tersedia seorang chef harus bisa memutuskan menu masakan yang akan dibuat.

“Dalam memasak banyak aspek yang harus diperhatikan, seperti teknik memasak, tekstur & bentuk makanan, penataan atau platting dan yang tak kalah penting adalah rasa. Di sini ditemukan masakan yang plattingnya menarik, tapi rasanya kurang pas. Ada juga yang rasanya enak, tapi polattingnya tidak menarik sehingga kurang menjual”, terangnya saat evaluasi.

Dari ke 30 peserta, terpilihlah 3 juara terbaik, yaitu Fitrianingrum dari Mia Sari Magelang, Tri Kriswanto dari Maximilian Resaturan Yogyakrta, dan Ariyatno dari Dafam Fortuna Jogka. Ketiga juara mendapat hadiah uang tunai sebanyak 6 juta, 3 juta, dan 1,5 juta. Pemenang uga mendapat piala, piagam, serta marchandise dari para sponsor.

Pemenang Artos Top Chef 2018, Fitrianingrum sangat bersyukur menjadi juara bertahan selama 2 tahun beruturut-turut. “Saya tidak menyangka karena pada tantangan teknikal tadi saya gagal total. Apalagi saingannya juga cukup berat karena berasal dari hotel berbintang dari Jawa Tengah dan DIY”, ujar Fitri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *