Wabup Tekankan Perlunya Monitoring Evaluasi Gerakan Senja Keluarga

by -12 views

WONOSOBOZONE – Wakil Bupati Wonosobo, Agus Subagiyo, menekankan perlunya sebuah metode monitoring dan evaluasi pelaksanaan Gerakan Senja Keluarga, agar program moral ini bisa berjalan baik dan tepat sasaran, tidak hanya sekedar retorika saja. Hal ini disampaikan Wabup saat memberikan pengarahan di hadapan Kepala Seksi Kesejahteraan Rakyat dan Sosial Kecamatan, Penyuluh Agama, Organisasi Islam, dan Ketua Pokja I PKK Kecamatan se-Kabupaten Wonosobo, Selasa (17/01) di Pendopo Wakil Bupati.
Menurutnya Gerakan Senja Keluarga merupakan program inisiasi Pemerintah Kabupaten Wonosobo, yang sangat bagus untuk membangun keluarga sejahtera. Hal ini didasarkan pada pemikiran, pentingnya kebersamaan dalam sebuah keluarga. Senja Keluarga sendiri merupakan gerakan moral untuk  keluarga, agar  membiasakan berkumpul dan berkomunikasi dengan seluruh anggota keluarga, antara orang tua, anak dan seluruh anggota keluarga lainnya di waktu senja hari, untuk menciptakan hubungan yang harmonis dalam rumah tangga.

Gerakan ini lahir, sebagai jawaban atas banyaknya tantangan dan hambatan keluarga masa kini, khususnya terkait tuntutan hidup. Tuntutan hidup ini, sering  memaksa orang tua pergi ke luar rumah untuk bekerja lebih keras, sehingga kebersamaan bersama keluarga terkalahkan.

Apalagi menurut Wabup, pesatnya teknologi komunikasi, memberikan dampak yang cukup signifikan bagi tumbuh kembang anak maupun keharmonisan dalam sebuah keluarga. Kehadiran aplikasi dan perangkat teknologi komunikasi, seperti smartphone, menurutnya belum cukup menggantikan keterlibatan emosional antar anggota keluarga. Teknologi komunikasi seperti dua sisi mata pisau, satu sisi memudahkan komunikasi dan jendela informasi tanpa batas, sisi lain menghadirkan jutaan informasi yang bisa merusak akhlak. Untuk itu anak butuh pendampingan yang utuh, baik fisik maupun spiritual dari orangtua untuk memahami segala dinamika kehidupan.
Disinilah menurutnya, Gerakan Senja Keluarga hadir, dan punya peran sangat penting, untuk mengembalikan fungsi keluarga, sebagai lembaga pertama dan utama dalam pembinaan kehidupan beragama, sehingga mampu tercipta generasi muda dan masyarakat Wonosobo yang agamis, maju, mandiri dan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai luhur budaya bangsa.

Melalui program ini, delapan fungsi keluarga, yang menjadi dasar fundamental pembentukan karakter anak dan lahirnya sebuah keluarga yang harmonis, diyakininya akan mampu terwujud. Baik itu fungsi agama, fungsi sosial, fungsi  cinta  kasih,  fungsi perlindungan, fungsi reproduksi, fungsi pendidikan, fungsi ekonomi, maupun fungsi lingkungan.

Dalam tataran implementasi, ditambahkan Wabup, aktivitas yang bisa dilaksanan dalam Gerakan Senja Keluarga ini bisa bermacam-macam. Di lingkungan keluarga, bagi yang muslim, kegiatan bisa diawali dengan mematikan tayangan televisi, Sholat Maghrib berjamaah, yang mana diutamakan di masjid atau mushola.

Setelah berdzikir, diteruskan tadarus dan mengkaji Al-Quran, dilanjutkan menuntun anak untuk belajar pelajaran sekolah, maupun untuk belajar pendidikan moral, budi pekerti, serta saling berkomunikasi guna membahas problem keluarga dan lain-lain. Diteruskan dengan Sholat Isya dan diakhiri makan bersama sekaligus mengarahkan dan membimbing belajar bagi putra / putrinya
Sedang bagi yang non muslim, kegiatan diawali dengan mematikan televisi, dilanjutkan dengan membaca dan mengkaji kitab suci, pendidikan moral budi pekerti, saling berkomunikasi untuk membahas problem keluarga dan lain-lain, diakhiri makan bersama, sekaligus mengarahkan serta membimbing belajar bagi putra putrinya.

Mengingat betapa strategisnya Gerakan Senja Keluarga, Wabup sangat mendukung program ini. Mengingat, dengan terbentuknya keluarga yang harmonis, akan sangat mengurangi berbagai macam tindak kekerasan dalam keluarga, juga akan sangat baik untuk anak, mengingat anak adalah aset masa depan bangsa.
Salah satu narasumber, K.H.Abdulloh Maksum, menyampaikan bahwa Gerakan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *