Mengikuti Acara Kerabat Ngopi Jogja di Dempes Kaliwiro

by -26 views

Pemilik Izinkan Peserta Bermalam dan Petik Kopi di Kebun

WONOSOBOZONE – Tak kurang dari 30 orang remaja dan pemuda dari berbagai wilayah turut meramaikan agenda Kerabat Ngopi Jogja ke 12 yang dihelat di kebun milik petani kopi asal Leksono, Muhail Effendi belum lama ini. Riyanto, founder sekaligus koordinator Kerabat Ngopi Jogja, mengatakan even selama sehari semalam di Wonosobo melebihi ekspektasi mengingat para peserta datang dari berbagai daerah, bahkan ada yang datang dari Purwokerto.

“Jumlah peserta ternyata lebih dari ekspektasi kami karena targetnya 20 orang ternyata yang ikut lebih. Agenda kami ini ingin perkenalkan salah satu kopi lokal Wonosobo. Mengingat dengan pengolahan yang baik dan standar kualitas yang bagus, event ini juga Ingin membawa dan mengenalkan adanya kopi lokal ke luar,” tuturnya. Riyanto mengakui, sebenarnya Wonosobo sangat potensial untuk kopi, namun mungkin banyak yang prosesnya belum standar atau benar. Karena itulah pihaknya tergerak untuk turut membantu para petani Kopi agar nantinya mampu menghasilkan produk berkualitas dan dapat bersaing di pasar global.

Menurut Riyanto, para peserta yang mayoritas masih pelajar juga diharapkan nantinya bisa melihat potensi di dunia kopi, mulai hulu sampai hilir. Bahkan menurutnya, para pemuda Wonosobo patut berbangga melihat potensi daerahnya yang bisa unggul di nasional. “Ini eman-eman sekali kalau tidak dikomunikasikan ke luar. Terlebih Ciri khas agenda Kerabat Ngopi harapannya di suatu titik pada prosesnya diharap bisa membuat multiplayer yang bisa turut memakmurkan desa setempat. Seperti membuat wisata desa semakin ramai. Beberapa peserta sengaja diundang karena mereka juga akan jadi tuan rumah,” ungkap pemilik Loepa Kopi di Bantul Jogjakarta itu.

Adanya inisiatif dari Kerabat Ngopi Jogja, diakui Muhail Efendei selaku pemilik kebun seluas 4 hektar tersebut, sangat inovatif dan menarik. Apalagi agenda itu diadakan di perbukitan Dempes kecamatan Leksono yang ada di ketinggian 670mdpl. “Para peserta memang saya izinkan untuk menikmati suasana malam di perkebunan sehingga benar-benar menyatu dengan tanaman dan sekaligus dapat melihat secara langsung bagaimana proses pada saat menjelang petik buah kopi,” kata Muhail.

Ia juga mengaku sangat mengapresiasi semangat para peserta yang datang dari berbagai daerah seperti Temanggung, Purwokerto, Banjarnegara bahkan hingga Jepara dan Makassar, selain beberapa peserta dari Wonosobo sendiri. “Awalnya kenalan juga karena melihat kopi yang kami jemur di pinggir jalan, akhirnya muncul agenda ini dan bisa terwujud dan bahkan ada juga yang menyumbang alat seduh sehingga bisa belajar petik sampai menyeduh kopi di perkebunan,” ungkapnya.

Di area perkebunan nan asri tersebut, Muhail mengaku ia mengajak para peserta untuk memetik sendiri buah kopi merah, maupun melihat langsung perawatan kopi sampai diberi pengarahan proses pasca panen hingga seduhan sambil melihat langsung prosesnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *