Sosialisasi Hasil Penelitian tentang Petir, Mahasiswa UGM Tuai Pujian dari BPBD Wonosobo

by -36 views

WONOSOBOZONE – Selasa (10/7/2018) tiga mahasiswa Universitas Gadjah Mada melakukan sosialisasi mengenai hasil penelitian tentang petir di hadapan pegawai dan relawan BPBD Wonosobo. Tiga mahasiswa tersebut yaitu Gagad Nur Ridho (Geografi Lingkungan 2015), Yan Abdi Rahmanu (Geografi Lingkungan, 2015), dan Astry Zulky Permatasari (Geografi Lingkungan, 2016). Penelitian tentang petir ini bermula dari adanya berita mengenai pendaki gunung dan beberapa petani di Wonosobo yang tewas tersambar petir pada tahun 2017.

Gagad, selaku ketua tim menyatakan bahwa kejadian sambaran petir di Kabupaten Wonosobo telah menimbulkan dampak negatif tidak hanya bagi manusia tetapi juga bangunan dan lingkungan sehingga analisis kerapatan sambaran petir penting dilakukan untuk meminimalisir dampak negatif akibat sambaran petir tersebut. Data mengenai bencana sambaran petir masih sangat terbatas di Kabupaten Wonosobo dan penelitian ini disambut baik oleh BPBD Wonosobo.

“Pemetaan sambaran petir di Kabupaten Wonosobo yang dilakukan teman teman Geografi UGM cukup unik dan menarik karena jarang dilakukan dan sangat bermanfaat untuk menambah pengetahuan masyarakat terkait sambaran petir,” ujar Bapak Sulthoni, Humas BPBD Wonosobo.
Penelitian ini mengaitkan kejadian sambaran petir dengan bentuklahan di Kabupaten Wonosobo. Data yang digunakan adalah data sambaran petir tipe Cloud to Ground (CG) tahun 2015 – 2017 yang diperoleh dari kantor BMKG Yogyakarta dan diolah menggunakan software ArcGIS 10.3 dengan pemodelan Kernel Density lalu dianalisis secara kuantitatif-kualitatif. Peta bentuklahan, litologi, dan jenis tutupan lahan didapatkan dari Bappeda Wonosobo yang diuji akurasi dengan pengamatan lapangan secara langsung.

Hasil penelitian menyatakan bahwa Kabupaten Wonosobo terdiri dari bentuklahan vulkanik dan struktural. Bentuklahan vulkanik merupakan bentuklahan yang dipengaruhi oleh aktivitas gunung api, sedangkan bentuklahan struktural merupakan bentuklahan yang dipengaruhi oleh aktivitas tektonik lempeng bumi. Batuan dominan yang terdapat di Kabupaten Wonosobo berupa batuan breksi, lava, dan tuff yang berpengaruh terhadap banyaknya sambaran petir karena batuan-batuan tersebut memiliki nilai resistivity yang cukup rendah. Kecamatan Kepil dan Kecamatan Wonosobo merupakan wilayah yang memiliki risiko sambaran petir paling tinggi di Kabupaten Wonosobo. Beberapa upaya mitigasi yang dapat diterapkan untuk mengurangi risiko kerugian dan korban meninggal yaitu memasang penangkal petir, mencabut instalasi listrik didalam rumah ketika terjadi sambaran petir, segera mengakhiri kegiatan di luar rumah ketika awan Cumulonimbus mulai muncul, dan berteduh di bangunan permanen. (Astry Zulky)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *