Wimnus Proyeksikan Seminar Enterpreneur Untuk Wujudkan Generasi Muda Anti Galau – Melibatkan Peserta Lebih Dari 1600 Pemuda

by -22 views

WONOSOBOZONE – Wirausaha Muda Nusantara (Wimnus) Jateng-DIY bekerjasama dengan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ekonomi Universitas Sains Al-Quran (UNSIQ) Jawa Tengah di Wonosobo menggelar seminar Motivasi Nasional di Gedung Sasana Adipura Kencana Sabtu (30/6) dengan menghadirkan Motivator Nasional Muda, Syafii Efendi. Seminar nasional ini berlangsung meriah, peserta yang hadir mencapai dari 1.600 orang lebih yang terdiri dari mahasiswa, pelajar dan pemuda se-Wonosobo. Menurut Ketua Panitia Penyelenggara, Slamet Muridan, kegelisahan atas observasinya dalam melihat anak muda masa kini yang kerap dipenuhi dengan kegalauan menjadikan latar belakang pihaknya dalam menyelenggarakan seminar. “Makanya kami menggelar ini di berbagai daerah, salah satunya di Wonosobo,” ungkap Pria yang akrab dengan sebutan Memet itu di sela kegiatan yang di selenggarakan pada Sabtu (30/6/18) di Gedung Sasana Adipura Kencana, Kab. Wonosobo.

Memet mengungkapkan, seminar yang bertajuk ‘Entrepeneur Muda Membangun bangsa’ itu sudah menyentuh hampir 70% wilayah Indonesia. “Target kami bisa menjangkau sekitar 63 juta anak muda di seluruh nusantara yang membutuhkan asupan-asupan informasi yang berupa materi tentang dunia kewirausahaan,” bebernya.

Sementara dalam kesempatan tersebut, Syafii Efendi menyampaikan bahwa di era millineal saat ini anak muda harus terus berpacu untuk mengembangkan jati dirinya dalam rangka menyambut persaingan bebas. “Bangsa ini butuh generasi muda yang kuat dan punya nyali besar untuk membangun negeri. Anak muda Indonesia harus punya kontrol kuat terhadap dirinya. Jangan mudah disakiti. Mereka harus punya daya saing tinggi. Jatuh bangun lagi,” terangnya.

Penerima dua Rekor Muri internasional dan penulis empat buku best seller itu menekankan anak muda tidak boleh dipengaruhi media manapun yang mengajarkan sesuatu tidak baik. Pemuda merupakan penanggung jawab bangsa. Pemuda harus bisa menjadi tonggak utama martabat bangsa. “Negeri ini sangat kaya, saya tidak ingin negeri ini di hina lagi. Ketika saya ke eropa, saya merasa sedih saat tokoh internasional Erdogan mengenalkan diri dan mengatakan lima abad nenek moyangnya menguasai dunia. Sedangkan kita 3,5 abad dijajah Belanda,” terang dia. Dengan adanya seminar tersebut, Syafii berharap generasi muda saat ini mampu mengambil peluang dengan berkarya dan menghabiskan waktu dengan sesuatu yang produktif. (Ard)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *