Kecamatan Kepil Terbanyak Akomodir Pemilih Tambahan

by -17 views

WONOSOBOZONE – Hasil pemantauan kesiapan pelaksanaan Pemilihan Gubernur Jawa Tengah oleh Tim Desk Pilkada Kabupaten Wonosobo, pada H-1 alias Selasa (26/6) menemukan sejumlah fakta menarik. Asisten Pembangunan Setda selaku Koordinator Tim II Desk Pilkada, Sumaedi yang menyisir 4 Kecamatan meliputi Kalikajar, Sapuran, Kepil dan Kalibawang menyebut ada lebih dari 800 pemilih tambahan di Kecamatan Kepil yang diakomodir untuk dapat menyalurkan hak pilih di wilayah tersebut. “Tepatnya ada 813 orang pemilih tambahan di Kecamatan Kepil yang telah diakomodir menggunakan hak pilih mereka, dan ini sepengetahuan kemi merupakan yang terbanyak dibanding dengan kecamatan lain di Kabupaten Wonosobo,” ungkap Sumaedi saat ditemui seusai pemantauan di Kecamatan Kalibawang.

Selain adanya pemilih tambahan dalam jumlah cukup banyak, Sumaedi juga menyebut adanya beberapa nama dalam daftar pengguna surat keterangan kolektif di Kecamatan Sapuran yang belum memenuhi syarat memilih, karena belum mencapai usia minimal 17 tahun serta belum menikah. “Petugas PPK dan PPS setempat sudah mencoret nama-nama yang masuk ke dalam daftar pemilih tambahan dengan surat keterangan kolektif tersebut mengingat mereka belum memenuhi syarat yang ditetapkan,” lanjut Sumaedi. Pihak panitia pemungutan suara, sesuai dengan aturan yang berlaku menurut Sumaedi memang mengakomodir pemilih tambahan dengan kategori bukan penduduk namun memiliki KTP atau surat keterangan kolektif. “Ada tambahan surat suara sebanyak 2,5% dari DPT untuk mengakomodir pemilih tambahan dalam kategori tersebut,” jelasnya.

Meski secara umum terpantau baik, termasuk pendistribusian logistik di keempat wilayah tersebut, Tim II yang terdiri dari unsur TNI/Polri, Dinas Kominfo, BPPKAD serta Bagian Hukum dan Bagian Pemerintahan Setda diakui Sumaedi juga masih menemukan adanya kendala di lapangan. “Setidaknya ada 4 desa yang masuk ke wilayah Kecamatan Kalibawang yang kami pantau mengalami kendala berupa gangguan komunikasi diakibatkan minimnya sinyal internet,” tuturnya. Keempat desa tersebut, menurut Sumaedi meliputi Desa Kalikarung, Tempurejo, Pengarengan, dan Mergolangu. Untuk mengatasinya, pihak panita setempat disebut Sumaedi memanfaatkan jaringan Wifi di kantor Desa dan Handy Talkie (HT). Kepada semua PPS dan PPK di keempat wilayah pantauan secara khusus, dan seluruh Kecamatan di Wonosobo secara umum, Sumaedi meminta agar mereka bekerja optimal mengawal proses demokrasi Pemilihan Gubernur, serta masyarakat benar-benar menggunakan hak pilih secara baik dan benar sehingga semua proses dan tahapan Pilkada dapat berjalan aman, damai, tertib dan lancar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *