Wujudkan Wonosobo Sehat, Pemkab Tingkatkan Layanan Kesehatan

by -38 views

WONOSOBOZONE – Sejalan dengan amanat UU no. 36 tahun 2009, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonosobo terus berupaya dalam meningkatkan layanan kesehatan bagi warganya. Hal tersebut terlihat saat instansi terkait seperti Dinas Kesehatan memenuhi kecukupan obat dan perbekalan kesehatan melalui pengadaan obat generik esensial dan perbekalan kesehatan baik untuk rumah sakit maupun puskesmas, pustu dan PKD. Selain kecukupan obat, Pemkab Wonosobo juga melakukan pembinaan, pemantauan dan peningkatan mutu pelayanan kefarmasian di sarana pelayanan kesehatan dasar guna melindungi masyarakat dari bahaya yang disebabkan oleh penggunaan sediaan farmasi dan alat kesehatan yang tidak memenuhi persyaratan mutu, keamanan dan kemanfaatan. “Kami berupaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dengan berbagai tindakan. Selain itu, hal tersebut juga merupakan arahan dari Presiden Jokowi dalam slogannya Gerakan Masyarakat (Germas) hidup sehat,” ungkap Bupati Wonosobo, Eko Purnomo ketika diwawancarai wartawan usai peninjauan sanitasi dan kesehatan lingkungan di Kelurahan Jaraksari Kec./Kab. Wonosobo, belum lama ini.

Adapun upaya lain, Eko menyebut diantaranya dengan meningkatkan jumlah persalinan yang ditolong tenaga kesehatan terutama pada ibu hamil yang jauh dari layanan kesehatan seperti Puskesmas dan Rumah Sakit. Upaya tersebut, lanjut Eko, diwujudkan dengan menyediakan 7 rumah tunggu kelahiran di wilayah puskesmas Selomerto, Kaliwiro, Wadaslintang, Kepil, Watumalang, Sapuran dan Wonosobo melalui kegiatan Jaminan Persalinan (Jampersal). “Rumah tunggu kelahiran merupakan tempat yang dapat digunakan untuk tempat tinggal sementara bagi ibu hamil yang akan melahirkan hingga nifas, termasuk bayi yang dilahirkannya serta pendampingnya. Harapannya melalui kegiatan ini, angka kematian ibu dan bayi dapat ditekan,” beber Bupati.

Senada, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Wonosobo, Junaedi mengaku pihaknya turut memperlebar upaya peningkatan kesehatan masyarakat dengan bentuk pengecekan status kesehatan melalui pemeriksaan sampel darah, urine, dahak di tiap wilayah. “Kami juga telah melaksanakan kegiatan penyediaan bahan dan material perlengkapan layanan laboratorium kesehatan dan pemeliharaan serta penggantian komponen sarpras laboratorium kesehatan. Agar lebih optimal dalam melayani masyarakat,” terang Pria yang akrab dengan sebutan Jun itu.

Tidak kalah penting, Jun juga menyebut keberadaan pondok pesantren yang tersebar di wilayah kabupaten Wonosobo juga perlu mendapatkan perhatian, mengingat jumlah santri yang besar memerlukan juga layanan kesehatan baik secara promotif, maupun preventif. Hal itu, kata Jun, diwujudkan dengan membentuk pos kesehatan pondok pesantren (Poskestren). Adanya poskestren bertujuan untuk mewujudkan kemandirian warga pondok pesantren dan masyarakat sekitar dalam berperilaku hidup bersih dan sehat. “Kegiatan dalam poskestren adalah pelayanan kesehatan dasar, di mana beberapa pelayanan seperti imunisasi dan pemeriksaan fisik berkala dalam pelaksanaannya dilakukan oleh petugas kesehatan. Semoga dengan adanya berbagai upaya yang telah kami lakukan, peningkatan derajat kesehatan masyarakat dapat terwujud,” pungkas Jun. (Am)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *