Umat Hindu Wonosobo Gelar Piodalan Di Candiyasan

by -15 views

WONOSOBOZONE – Umat Hindu se-Kabupaten Wonosobo mengikuti gelar pemujaan kepada Tuhan, atau biasa disebut dengan Piodalan yang dipusatkan di Pura Girimulyo, Dusun Jurangjero, Desa Candiyasan Kecamatan Kertek pada Kamis (21/6) lalu. Piodalan tersebut, seperti dijelaskan Suroso selaku Ketua Panitia, sekaligus mengiringi peringatan Hari Ulang Tahun ke 15 Pura Girimulyo. “Gelar pemujaan kepada Tuhan pada tahun ini bertepatan dengan agenda memperingati HUT ke 15 Pura Girimulyo yang menjadi kebanggaan umat Hindu di Kabupaten Wonosobo,” tutur Suroso.

Kepada segenap tamu undangan, seperti Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Wonosobo, Zaenal Sukawi, Camat Kertek Bandriyo, hingga Ketua Persatuan Hindu Provinsi Jawa Tengah, Ir Surabaya, Suroso mengungkap sejarah berdirinya Pura Girimulya.

Pura Girimulyo, disebut Suroso dapat berdiri karena banyaknya dukungan dan bantuan, tidak hanya dari umat Hindu saja, melainkan juga dari umat Muslim di sekitar Jurangjero. “Umat Hindu, bahkan ada yang dari Bali ketika hendak berkunjkung ke Candi di Dieng biasanya juga kemudian memberikan dukungan terhadap pendirian Pura ini,” lanjut Suroso. Pihaknya mengakui, kerukunan antar umat beragama, khususnya antara Umat Hindu dengan penganut agama lain termasuk umat Muslim di sekitar Pura Girimulyo sangat kondusif, dan senantiasa dijaga agar selalu harmonis.

Potret kehidupan harmonis di Jurangjero, diakui pula oleh Ketua Persatuan Hindu Provinsi Jawa Tengah, Ir Surabaya yang menyebut hal tersebut dapat menjadi contoh yang baik tidak hanya di Wonosobo namun juga di Indonesia atau bahkan dunia. “Saya selayaknya menyampaikan rasa terimakasih sepenuh hati kepada warga Wonosobo dan jajaran Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) yang selama ini telah berusaha menjaga kondusifitas antar para pemeluk agama sehingga terwujud suasana aman dan damai,” ungkap Surabaya. Termasuk menjelang bergulirnya pesta demokrasi pemilihan Kepala Daerah yang akan berlangsung tak lama lagi, Surabaya meminta segenap warga umat Hindu dapat menggunakan hak pilihnya sebebas-bebasnya untuk menentukan siapa yang hendak dipilih, tanpa ada paksaan maupun tergiur politik uang. “Pilih yang sesuai dengan hati saja, jangan sampai tidak menggunakan hak pilihnya, karena pilihan bapak ibu ini turut menentukan kemajuan daerah di masa-masa mendatang,” tandasnya.

Sementara, Ketua FKUB Kabupaten Wonosobo, Zaenal Sukawi dalam sambutanya mengatakan tema yang dipilih dalam Piodalan, yaitu melalui Shada Bakti kita tingkatkan persaudaraan dan persatuan bangsa Indonesia, merupakan tema yg sangat bagus. “Tema ini mewakili bukan saja umat Hindu namun juga umat beragama di seluruh dunia,” tutur Sukawi. Ia berharap dengan kesadaran setiap umat beragama untuk menjaga persaudaraan, serta persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia, maka tidak akan ada konflik maupun silang pendapat yang dapat mengancam integrasi Negara Kesatuan Republik Indonesia. “Mari kita semua berusaha bersama-sama untuk selalu mengedepankan kepentingan bersama, kedamaian dan kerukunan agar Bangsa dan Negara ini kuat dan maju serta mampu memberikan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia,” ajak Sukawi sebelum menutup sambutannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *