Pelatiha Diversifikasi Produk Tiwul Instan

by -22 views

WONOSOBOZONE – Tiwul instan merupakan pangan tradisional yang terbuat dari bahan baku tepung singkong melalui proses pencampuran dengan air, granulasi tahap 1, pengukusan, pemadatan adonan, granulasi tahap 2, dan pengeringan serta dikonsumsi dengan cara mencampurkan tiwul dengan air dan dikukus selama 10 menit. Dengan tambahan parutan kelapa, cita rasa tiwul instan akan lebih gurih. Produk ini sudah sejak dulu dijadikan sebagai alternatif pangan sumber karbohidrat pengganti nasi. Beberapa UMKM di Kabupaten Wonosobo saat ini memproduksi dan memasarkan tiwul instan. Salah satunya adalah UD. Mari yang berlokasi di Desa Lipursari Kecamatan Leksono. Formula tiwul instan dimodifikasi menggunakan bahan-bahan lokal sehingga muncul banyak varian tiwul instan seperti kacang merah, ubi jalar ungu, carica, durian, gula merah, coklat, stroberi, dan pandan.

Sebagai pangan pokok tempo dulu, segmen konsumen untuk produk tiwul ini sangat terbatas. Produk hanya disukai oleh orang dewasa dan manula. Untuk menggeliatkan kembali kesukaan dan penerimaan konsumen terhadap produk tiwul instan, Santi Dwi Astuti, dari Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan dan Indah Nuraeni, dari Jurusan Ilmu Gizi Universitas Jenderal Soedirman membuat diversifikasi produk dari tiwul instan. Bertempat di Pondok enterpreuner Ar-Ridwan Selomerto Wonosobo pada Hari Jumat dan Sabtu, Tanggal 11-12 Mei 2018, bekerjasama dengan Dinas Perdagangan, Koperasi dan UMKM Kabupaten Wonosobo, dilaksanakan Pelatihan Diversifikasi Produk Tiwul Instan. Peserta pelatihan adalah UMKM Wonosobo khusunya yang bergerak dibidang pangan olahan dari singkong dan tiwul sebanyak 25 orang.

Tahapan dalam pelatihan tersebut meliputi :
1) pengenalan potensi bahan baku lokal unggulan Wonosobo;
2) Pengenalan cara pembuatan tepung dari umbi-umbian dan kacang-kacangan seperti singkong, ubi jalar, dan kacang merah melalui teknologi fermentasi terkendali menggunakan inokulum komersial untuk menghasilkan bahan baku tiwul instan yang berkualitas;
3) Pengenalan cara pembuatan bubur tiwul instan sebagai salah satu diversifikasi tiwul siap saji (dikonsumsi tanpa melalui pengukusan, hanya dengan diseduh dengan air panas suhu 70-80oC);
4) Demo pembuatan produk bakeri dari tiwul instan yaitu brownies, muffin, cookies, cup cake, dan apem;
5) Praktik pembuatan produk bakeri tiwul instan yang telah dikenalkan sebelumnya oleh seluruh peserta;
6) Lomba produksi produk bakeri tiwul yang diikuti oleh seluruh peserta secara berkelompok (4 kelompok) dan dinilai oleh tim dari Universitas Jenderal Soedirman, Dinas Perdagangan Koperasi dan UMKM Wonosobo, Manajemen Toko Trio, salah satu toko Swalayan besar di Wonosobo;
7) Focus Group Discussion (FGD) terkait keberlanjutan pengembangan produksi dan pemasaran produk bakeri tiwul instan antara UMKM, UNSOED, Dinas Perdagangan Koperasi dan UMKM, dan Manajemen Trio.

Kegiatan pelatihan ini merupakan bagian dari Program Hi-Link Kemenristekdikti Tahun 2018 tentang Pengembangan Produksi dan Pemasaran Produk Ready to Eat berbasis Tiwul Instan dan Mocaf untuk meningkatakan Daya Saing Industri dan Kesejahteraan Masyarakat di Kabupaten Wonosobo yang diketuai oleh Santi Dwi Astuti. Program Hi-Link merupakan program pengabdian masyarakat multi tahun yang melibatkan kemitraan antara perguruan tinggi, masyarakat sasaran (UMKM) dan pemerintah daerah. Melalui kegiatan Hi-Link ini, Universitas Jenderal Soedirman berkomitmen untuk mengoptimalkan pemanfaatan kearifan lokal dan pengembangan sumberdaya pedesaan yang berkelanjutan melalui kegiatan-kegiatan pemberdayaan masyarakat.

Penulis berita : Dr. Santi Dwi Astuti, STP, MSi (Santi Dwi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *