Slamet Akhirnya Ditemukan Tim Relawan Gabungan

by -23 views

WONOSOBOZONE – Setelah sempat tertunda selama sehari, akhirnya jenazah Slamet Nurohman (56 th) warga Tegalrejo, 31/10, Tambi yang terkubur material longsor galian C, akhirnya ditemukan oleh Tim Relawan Gabungan dari Polres Wonosobo, Kodim, SAR dan BPBD Wonosobo, Sabtu (5/5) sekitar pukul 13.10 Wib. Namun, jenazah korban baru bisa dievakuasi sekitar pukul 14.00 Wib. Dengan ditemukannya Slamet, berarti semua korban yang diperkirakan tertimbun material pasir galian C di Dsn. Tegalrejo Desa Tambi telah ditemukan.
Hari sebelumnya,pada Jumat siang, 2 orang penambang pasir liar di lokasi galian C Dusun Tegalrejo, Desa Tambi tertimbun material setelah tebing yang mereka gali longsor. Keduanya yaitu Slamet Nurohman selaku pemilik lokasi dan Bawon Haryadi (57 Th) selaku pekerja. Bawon telah ditemukan pada Jumat (4/5) sore sekitar pukul 16.30 Wib dalam keadaan tidak bernyawa. Pencarian korban sendiri terpaksa harus dilakukan dengan alat berat karena tebalnya material longsor yang hamper mencapai 15 meter.
Kapolres Wonosobo AKBP Abdul Waras, S.I.K. melalui Kasat Sabhara AKP Agus Priyono, S.H. yang mempimpin langsung proses evakuasi mengungkapkan pencarian korban kedua ini dihentikan kemarin sore karena situasi yang tidak memungkinkan. “Baru pagi tadi kami lanjutkan, masih dengan menggunakan alat berat,” katanya. “Hingga akhirnya, sekitar pukul 13.10 Wib relawan melihat adanya bagian tubuh korban kedua, sehingga penggunaan alat berat kami hentikan dan kami lanjutkan dengan penggalian manual untuk menghindari tubuh korban terkena alat berat tersebut,” lanjutnya.
Setelah berjuang lebih dari 45 menit, jenazah korban akhirnya bisa dievakuasi. “Setelah dilakukan pemeriksaan oleh tenaga medis di lokasi, korban langsung kami serahkan kepada pihak keluarga untuk dikebumikan,” terang Kasat Sabhara.
Penambangan pasir di lokasi ini sendiri sebenarnya sudah mendapat pelarangan dari pemerintah desa, namun sepertinya tidak digubris oleh para penambang dengan alasan kebutuhan ekonomi dan lahan tersebut milik sendiri. “Pemerintah desa sudah mengingatkan agar tidak melakukan penggalian di lokasi itu. Tapi tetap saja masih ada yang menggali pasir disana,” tandas Kades Tambi, Tripitoyo.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *