RS PKU Wonosobo Pelopori Sertifikasi Syariah

by -30 views

Wonosobozone – Rumah sakit PKU Muhammadiyah Wonosobo terus berupaya untuk meningkatkan mutu layanan di berbagai sektor sebagai bagian dari pelayanan ummat. Setelah diterimanya sertifikat halal dari MUI, belum lama ini, RS PKU Muhammadiyah Wonosobo menggelar forum silaturrahim dan dialog dengan tema Menuju RS PKU Muhammadiyah Yang Unggul dan Islami, pada Selasa (1/5).

Dalam dialog di Ruang Serba Guna Erwin Santoso tersebut, selain dihadiri jajaran PDM Wonosobo acara juga mengundang perwakilan dari RS PKU Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah se jawa tengah dan DIY serta MPKU Muhammadiyah Jateng dan DIY.

Hadir sebagai pembicara Dr. H. Anwar Abbas, MM., M.Ag sekretaris Dewan Syariah Nasional (DSN) majelis Ulama Indonesia (MUI) dan dr. H. Agus Taufiqurrahman, M.Kes, Sp.S. serta dimoderatori Ir. Saat Suharto Amjad dan Dr. Joko.

Direktur RS PKU Muhammadiyah Wonosobo Dr. Ahmad Muzairi, dalam sambutannya menyampaikan, bahwa sebaiknya semua Rumah sakit Islam khususnya PKU Muhammadiyah segera mengurus sertifikasi syariah dan MPKU sebagai Majelis Muhammadiyah adalah sebagai penyempurna sertifikat yang dikeluarkan oleh Majelis Ulama Indonesia.

RS PKU Muhammadiyah sebagai salah satu pioneer RS Syariah di Jawa tengah melalui silaturrahim dan dialog tersebut, mengajak kepada RS yang lain untuk mewujudkan RS Syariah di wilayahnya masing-masing dengan memahami dan menerapkan prinsip-prinsip syariah yang sudah dibuat oleh MUI.

Muzairi juga menilai tidak cukup sebuah Rumah Sakit Memproklamirkan sebagai Unggul dan Islami selama belum ada sertifikasi dari MUI dan penjaminan mutu dari lembaga terkait. “Pelayanan Rumah Sakit syariah prinsipnya berisi lima hal, yakni tentang akad, pelayanan, obat-obatan dan pengelolaan dana finansial,” bebernya. Tak kalah penting transaksi di dalam RS Syariah juga harus mengacu pada uhkum Islam fiqih mu’amalah, serta dalam hal pelayanan memberikan yang baik, jelas antara hak dan kewajiban.

Sementara, dr. H Agus Taufiqurrahman, M.Kes., Sp.S memaparkan, Rumah sakit yang dimiliki Muhammadiyah merupakan asset berharga yang harus dirawat dan dikembangkan karena Rumah sakit adalah bagian dari media dakwah persyarikatan. Oleh karena itu, lanjutnya RS PKU harus mempunyai identitas yang jelas dalam pelayanan yakni keislaman, prinsip yang dipegang dalam pelayanan adalah bagimana memuliakan pasien saat berobat, untuk bisa mewujudkan keislaman yang baik maka diperlukan tata kelola dalam pelayanan yang tentunya harus didukung dengan sumber daya manusia yang unggul disamping memiliki gedung yang strategis karena pelayanan Amal Usaha Muhammadiyah ( AUM ) tidak hanya untuk pasien bagi Rumah Sakit maupun siswa untuk sekolah, tapi Costumer Eksternal harus digarap dengan serius karena itu wujud pelayanan ummat.

Lanjut dia, Rumah sakit sebagai media dakwah maka harus diisi karyawan yang memiliki kompetensi sesuai syariah, diantaranya wajin bagi karyawan untuk memahami dasar ajaran agama yang dibuktikan dengan praktek ibadah keseharian, serius dalam mengkaji Alqur’an yang akhirnya bisa berdakwah sesuai dengan profesinya.

Pembicara lain, yaitu Dr. Anwar Abbas, MM., M.Ag pada dialog di sesi kedua lebih banyak memberikan dorongan untuk terus istiqomah dalam mewujudkan prinsip syariah, baik penyediaan makanan maupun dalam pelayanan karena sekecil apapun produk makanan dan minuman yang diterima pasien dan disitu mengandung unsur haram maka itu mencederai keyakinan kita sebagai muslim meskipun terkadang sudah ada label halal didalam kemasan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *