Wabup Buka Pelatihan Kesiapsiagaan Bencana Berbasis Masyarakat

by -21 views

WONOSOBOZONE – Palang Merah Indonesia (PMI) adalah organisasi yang netral dan independen yang melakukan kegiatannya demi kemanusiaan dan secara sukarela. Salah satu tugas pokok dari PMI adalah memberikan pertolongan serta bantuan kepada korban bencana apapun sebabnya.

Demi meningkatkan Kesiapsiagaan Bencana Berbasis Masyarakat PMI Kabupaten Wonosobo melaksanakan Pelatihan Tanggap Darurat Bencana bagi masyarakat di tiga Kecamatan, Wadaslintang, Kepil dan Sukoharjo, selama tiga hari Selasa-Kamis (24-26/4) di Markas PMI Kabupaten Wonosobo. Pelatihan dibuka langsung oleh Wakil Bupati Wonosobo Agus Subagiyo.

Dalam sambutannya Wabup menyampiakan apresiaisi positif terhadap kegiatan pelatihan tersebut. Karena menurutnya Wonosobo merupakan salah satu Kabupaten yang tingkat kerawanan terhadap bencana sangat tinggi, bahkan menempati urutan ke 5 tertinggi di Jawatengah. Oleh karena itu kesiapsagaan dan tanggap terhadap bencana sangat dibutuhkan, guna menekan segala kemungkinan buruk yang ditimbulkan akibat bencana. Dan dengan pelatihan ini diharapkan bisa mengetahui bagimana tindakan yang akan dilakukan menghadapi, saat terjadi dan pasca bencana tersebut.

Ketua Panitia pelatihan, Faisal Rojul Buntoro mengatakan Pelatihan siaga bencana berbasis masyarakat di Kabupaten Wonosobo khususnya melalui Kecamatan serta Desa perlu dilakukan sebab wilayah ini termasuk rentan bencana, katanya. Pelatihan ini menurutnya merupakan pelatihan perdana, yang diberikan kepada masyarakat, terutama bagi para pemuda, untuk mengikuti pelatihan baik secara teori maupun praktik teknis tentang kesiapsiagaan terhadap bencana alam. Karena ini baru awal atau perdana kami baru bisa mengundang di tga Kecamatan, yang masing masing Kecamatan mengirimkan 10 orang, serta diluar itu mengundang sukarelawan sebanyak 10 orang, dan kedepan akan dilakukan pelatihan lagi secara bergilir dengan melihat skala prioritas wilayah yang rawan, Lanjutnya.

Dari pelatihan ini, diharapkan tidak hanya berhenti sampai batas pelatihan saja namun ilmu yang didapat baik teori maupun teknis bisa berkelanjutan, selain itu, peserta diharapkan menjadi tangan panjang PMI secara teknis tentang kebencanaa. Sehingga, pelatihan ini bisa bermanfaat bagi masyarakat luas. Agar lebih siap, karena bencana merupakan tanggung jawab semua. Bahkan Faisal mengatakan kedepan akan di bentuk Desa Siaga Bencana.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *