Usaha Karaoke Wajib Tutup Di Bulan Ramadhan

by -74 views

WONOSOBOZONE – Pemerintah Kabupaten Wonosobo mengambil langkah tegas demi menjaga kondusifitas bulan Ramadhan yang tak lama lagi tiba. Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Haryono ketika ditemui di ruang kerjanya, Jumat (20/4) menerangkan bentuk langkah tegas tersebut salah satunya adalah dengan melarang seluruh usaha karaoke untuk beroperasi sepanjang bulan suci Ramadhan. “Kami sudah mengirimkan Surat Edaran (SE) bernomor 303/27/2018 ke semua pemilik usaha karaoke di Wonosobo, yang di dalamnya memuat imbauan agar para pemilik usaha karaoke tidak beroperasi selama bulan Ramadhan nanti,” terang Haryono.

Upaya itu, dikatakannya juga menjadi bagian dari penegakan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 3 Tahun 2017 tentang Usaha Hiburan dan Karaoke. Dalam perda tersebut, menurut Haryono sudah diatur bagaimana sebuah usaha hiburan mesti berjalan, termasuk waktu operasional harian, serta larangan yang harus dipatuhi. Selain harus memiliki izin operasional, sebuah usaha hiburan dan karaoke juga ditegaskannya tidak diperbolehkan beroperasi pada bulan suci ramadhan maupun pada saat even atau hari besar keagamaan. “Hal itu juga kami tegaskan dalam surat yang sudah dikirim ke setiap pemilik usaha hiburan dan karaoke,” tambah Haryono. Bagi pemilik usaha yang tidak mematuhi imbauan melalui Surat tersebut, pihak Satpol PP bersama Tim Penegakan Perda yang meliput unsur Kodim 0707, Polres, Dinas Perizinan Terpadu, Dinas Kominfo serta Bagian Hukum Setda akan menindak secara tegas, yaitu menutupnya.

Tindakan tegas diambil, menurut Haryono bukan sebagai bentuk hukuman, melainkan sebagai upaya menyadarkan perihal kepatuhan terhadap Peraturan Daerah (Perda). “Yang ingin kami tegaskan, bahwa tim Penegak Perda tidak memberikan hukuman kepada perorangan maupun badan usaha, melainkan mengedepankan upaya persuasif untuk menggugah kesadaran Masyarakat,” tandasnya. Para pemilik usaha hiburan, diminta Haryono juga wajib patuh terhadap adanya larangan untuk memperjualbelikan minuman keras, narkoba serta tidak menyediakan pemandu lagu (PL) di tempat karaoke, demi menghindari efek negatif yang dapat mengganggu ketertiban dan keamanan lingkungan.

Upaya persuasif dengan sosialisasi dan Surat Peringatan kepada para pemilik usaha karaoke tersebut, menurut Haryono juga demi menjaga agar tidak sampai muncul gejolak di kalangan ormas. “Jangan sampai nantinya ada organisasi kemasyarakatan yang bertindak sendiri seperti melakukan sweeping di tempat karaoke karena imbasnya pasti kurang positif,” harapnya. Tim gabungan penegakan Perda ditegaskan Haryono akan sangat intensif melakukan patroli dan razia, baik sebelum maupun di masa bulan suci Ramadhan berlangsung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *