Nyaris Roboh, Rumah Mbah Marmo Dibedah

by -15 views

WONOSOBOZONE – Rumah yang ditinggali Mbah Marmo (80) nyaris roboh. Semua tiang penyangga rumah tampak miring. Beberapa pagar rumah juga terlihat rapuh dan bolong-bolong.

Bila hujan tiba sebagian atapnya juga bocor sehinga air tak jarang mengguyur seisi rumah.

Kondisi rumah warga RT 1 RW 1 Desa Kembaran Kecamatan Kalikajar Kabupaten Wonosobo itu mengetuk hati jajaran Polsek Kalikajar.

Karena itu, Kapolsek Kalikajar bersama anggota dan dibantu warga sekitar, Minggu (8/4), melakukan bedah rumah bagi nenek yang sehari-hari hidup sebatang kara itu.

Kapolsek Kalikajar AKP Budi Rustanto mengatakan bedah rumah yang dilakukan keluarga besar Polsek Kalikajar dan warga setempat merupakan bentuk kepedulian anggota Polri terhadap kondisi rumah Mbah Marmo yang sudah tidak layak huni.

“Ini sekaligus sebagai wujud pelakasanaan program Polisi Hero (humanis, empati, responsif dan open) seperti yang dicanangkan oleh Kapolres Wonosobo AKBP Abdul Waras SIK” ujar Budi Rustanto kepada Suara Merdeka di tengah-tengah memantau jalannya bedah rumah.

Bedah rumah dimulai dengan membongkar atap dan merobohkan kerangka rumah. Rumah yang berukuran 4 cm x 6 cm itu dalam waktu sekejap sudah rata tanah.

Karena semua kerangka rumah sudah rapuh dan nyaris roboh, polisi bersama warga tidak mengalami kesulitan untuk merobohkan rumah itu.

Kondisi rumah milik Mbah Marmo memang cukup memprihatinkan dan sudah rusak berat. Atapnya hanya tertutup seng bekas yang sudah tidak utuh. Pagar terbuat dari kayu dan gedhek yang sudang berlubang di sana-sani. Lantainya masih berupa tanah.

Sebatang Kara

Menurut Kepala Desa Kembaran Mukhotip mengatakan selama ini Mbah Marmo hidup sebatang kara alias hidup seorang diri. Sehari-hari dia mengandalkan kebutuhan hidup dari hasil membuat dan menjual tikar dari mendhong.

“Tak jarang, warga sekitar juga banyak yang belas kasihan sehingga kerap mengirim makanan ke Mbaah Marmo”, katanya.

Dia hidup sebatang kara karena suami dan anaknya telah meninggal. Kakaknya yang dulu menjadi sandaran hidup juga sudah berpulang beberapa tahun lalu.

Kini dia hanya punya keponakan yang rumahnya jauh dari tempat tinggal Mbah Marmo sehingga nenek tua itu hidup seorang diri.

Selama proses pembangunan rumah, Mbah Marmo terpaksa diungsikan ke rumah sebelah milik tetangganya yang kebetulan kosong karena pemilik rumah sedang merantau ke Kalimantan. Proses pembangunan rumah diperkirakan paling cepat selesai dalam waktu satu minggu.

Setelah rumah Mbah Marmo dibongkar, proses pembangunan rumah diawali dengan membangun pondasi, mendirikan tiang penyangga, memasang atap rumah, memagari dan memplester lantai rumah. Setelah semua proses selesi tahap akhir, mengecet seluruh bagian rumah.

Ditambahkan Budi Rustanto, semua dana dan material bangunan merupakan bantuan dari berbagai pihak dan para dermawan. Sedang tukang dan tenaga dilakukan secara bersama-sama antaran anggota polisi dan warga setempat.

Selain mensuport dalam bentuk material bangunan, pihak Polsek Kalikajar juga memberikan bantuan berupa peralatan rumah tangga dan persediaan kebutuhan hidup Mbah Marmo selama beberapa pekan ke depan.

Kapolsek Kalikajar berharap apa yang dilakukan pihaknya bersama warga setempat bisa menjadi inspirasi dan memancing kepedulian berbagai pihak untuk melakukan kegiatan sosial serupa. Karena, di Wonosobo masih banyak rumah yang ditinggali warga tapi tidak layak huni.

Acara bedah rumah, selain dihadiri jajaran Polsek Kalikajar juga dihadiri oleh Sekretaris Kecamatan Kalikajar, Kepala Desa Kembaran dan Kepala Dusun Kembaran dan warga setempat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *