Bantu Tuntaskan Program BABS, PPNI Wonosobo Gencarkan Sosialisasi Di Desa Pelosok

by -87 views

WONOSOBOZONE – Beberapa desa di Kecamatan Wadaslintang, Kab. Wonosobo masih tergolong wilayah yang jauh dari fasilitas kesehatan (Faskes). Salah satunya Desa Kumejing yang terletak di Barat Laut dari pusat kota Wonosobo dengan jarak lebih dari 35 km. Faskes yang ada hanya sebatas bidan desa. Selain itu, akses yang sulit menjadikan warga setempat kesusahan untuk dapat menjangkau puskesmas maupun rumah sakit terdekat. Hal tersebut dijadikan peluang bagi Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Wonosobo untuk melakukan aksi sosial dalam rangka perayaan HUT PPNI yang ke-44. “Akses tercepat menuju desa ini adalah dengan menggunakan perahu. Kita harus menyebrangi waduk Wadaslintang. Jalur darat juga ada, tapi akses sangat sulit. Makanya selain pondok gila milik Ibu Utiyah, kami rasa desa ini merupakan desa yang sangat tepat untuk kami berikan layanan kesehatan secara gratis,” terang Ketua Panitia perayaan HUT PPNI yang ke 44, Soni Budiyono di sela pengobatan gratis bagi warga Kumejing dan sekitarnya, Minggu (8/4).

Selain melakukan pengobatan gratis, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PPNI Kabupaten Wonosobo, Muhammad Fahrurozi mengaku pihaknya juga menggencarkan target Wonosobo Bebas Buang Air Besar Sembarangan (BABS) menjadi 100 persen di tahun 2019. Hal tersebut terlihat ketika para PPNI mensosialisasikan pentingnya memiliki jamban berseptiktank di setiap kamar mandi dalam rumah tangga. “Sebenarnya beberapa warga telah memiliki jamban. Namun pembuangannya bermuara pada sungai, bukan pada saptiktank. Nah hal ini membuktikan bahwa rendahnya tingkat kesadaran masyarakat setempat terkait derajat kesehatan. Selain itu sungainya juga tercemar,” ungkap pria yang akrab disapa Uzi tersebut.

• Hipertensi Menjadi Penyakit Dominan

Sementara terkait penyakit dominan yang dialami warga setempat, Uzi menyebut Hipertensi adalah penyakit yang kerap ditemui oleh para perawat ketika melakukan pelayanan pengobatan gratis selama dua hari itu. “Paling banyak Hipertensi. Tapi penyakit lain juga masih ditemukan, seperti diabetes, diare, dan lainnya. Semoga bhakti sosial yang kami lakukan ini dapat bermanfaat bagi warga Kumejing,” tandasnya.
Terpisah, salah satu panitia perayaan HUT PPNI yang ke-44, Notian menjelaskan tema peringatan HUT ke-44 PPNI ini yakni ‘Gerakan Perawat Dalam Mendukung Praktik Keperawatan Mandiri’. Praktik Keperawatan Mandiri juga dimaksudkan untuk mendukung program pemerintah Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS). Program Germas tersebut di antaranya yaitu melakukan aktifitas fisik, mengkonsumsi sayur dan buah, tidak merokok, tidak mengkonsumsi alkohol. Selain itu juga memeriksakan kesehatan secara rutin dan membersihkan lingkungan. Notian menuturkan, kegiatan pengabdian masyarakat tersebut bertujuan untuk mencegah Penyakit Tidak Menular (PTM) seperti diabetes melitus, penyakit ginjal kronis, hipertensi, penyakit jantung. “Selain itu juga sebagai wadah perawat PPNI untuk mempraktikkan ilmunya dan salah satu implementasinya untuk mendeteksi resiko penyakit tidak menular,” pungkas Notian. (Ard)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *