Dua Anak Penderita Anus Imperforata Diberi Bantuan

by -45 views

WONOSOBOZONE – Dua anak berusia di bawah lima tahun (Balita) asal Desa Gunturmadu, Kecamatan Mojotengah menderita kelainan anus imperforata, alias lahir tanpa memiliki anus. Salah satu anak tersebut, yaitu Cantika (3) bahkan sudah sejak usia 4 hari menjadi yatim lantaran sang ibu meninggal dunia. Tak cukup sampai di situ, Cantika juga ditinggal pergi oleh ayah kandungnya ketika ia belum genap 30 hari, hingga kini ia dirawat sang nenek, Poniyem di rumahnya di Dusun Plumbungan, Desa Gunturmadu. Meski secara medis kelainan anus imperforata tersebut sudah diatasi dengan 3 kali tindakan operasi, Cantika masih harus menjalani rawat jalan di RSUD Banyumas.

Sementara, satu anak lainnya yaitu Alan Alviano (2) sedikit lebih beruntung karena meski mengalami kondisi kelahiran yang serupa dengan Cantika, ia masih ditunggui oleh kedua orangtuanya. Asian (25), ayah Alan dan Nianti (22) ibunya dengan penuh kasih merawat anak semata wayang mereka sehingga Alan tumbuh sebagaimana anak lainnya. Secara kebetulan pula, kedua anak tersebut menurut Yasin, Kepala Dusun setempat masih memiliki hubungan kekerabatan karena garis keluarga Nenek mereka. Kondisi ekonomi keluarga pas-pasan kedua anak tersebut, menurut Koordinator TKSK Kabupaten Wonosobo, Tri Purwanto membuat mereka cukup kerepotan ketika mesti menjalani rawat jalan di RSUD Banyumas yang berjarak 100 kilometer lebih dari kediamannya.

“Saat ini mereka masih tercatat memiliki BPJS mandiri sehingga untuk biaya perawatan tidak ada masalah, namun untuk transportasi memang biaya yang mesti ditanggung juga cukup besar,” tutur Tri seusai menyerahkan bantuan dari komunitas sosial yang berempati dengan nasib Alan dan Cantika, Kamis (5/4). Melalui Dinas Sosial dan Pemberdayaan Desa serta Dinas Kesehatan Kabupaten, Tri selaku koordinator TKSK mengaku tengah mengupayakan agar mereka dapat dilindungi BPJS kategori peserta non iuran, alias terintegarasi dengan jaminan kesehatan daerah (Jamkesda). Saat ini masih kami upayakan untuk dapat terintegrasi dengan Jamkesda sehingga kedepan mereka lebih ringan karena iuran BPJS ditanggung APBD Kabupaten,” tambah Tri.

Penggiat Sosial, Agus Purnomo yang bersama anggota Komisi D DPRD Wonosobo, Handayani menyertai pemberian bantuan kepada kedua anak tersebut mengaku sangat prihatin melihat kondisi keduanya. “Kedua anak ini merupakan tunas bangsa yang kelak akan melanjutkan estafet pembangunan, sehingga selayaknya kita menunjukkan kepedulian terhadap kondisi mereka,” tutur Agus. Meski kini tinggal menjalani rawat jalan untuk kontrol rutin, Agus maupun Handayani meminta kedua orang tua Alan maupun Nenek Cantika untuk rajin dan bersabar, agar hasil dari operasi keduanya benar-benar sempurna dan tidak menimbulkan efek samping. “Adanya kepedulian dari berbagai organisasi sosial non pemerintah seperti ini selayaknya bisa menjadi contoh bagi warga masyarakat lain agar kedepan semakin banyak yang bersedia membantu meringankan beban penyandang masalah kesejahteraan sosial seperti Alan dan Cantika ini,” harap Handayani.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *