Turis Belanda Antusias Belajar Bikin Jamu Di Rojoimo

by -34 views

WONOSOBOZONE – Keberhasilan kelompok wanita Tani (KWT) Berdikari Mirombo Rojoimo mendapat perhatian istimewa dari sejumlah wisatawan mancanegara asal Negeri kincir angin Belanda. Rasa yang unik hasil dari ramuan alami beragam jenis tumbuhan khas indonesia serta kemampuan ibu-ibu dari KWT Berdikari meracik aneka macam jamu membuat para wisatawan yang berkunjung ke Mirombo, pada Selasa (3/4) terkesima. Rata-rata turis yang sebagian besar perempuan mengaku kagum dengan khazanah jamu tradisional Indonesia, khususnya asal Wonosobo yang mereka ketahui dari internet sudah merambah hingga daratan Suriname di Amerika Selatan. “Hampir semua turis yang datang berkunjung hari ini sangat antusias belajar untuk dapat membuat jamu,” tutur Sulistiyani, Kepala Bidang Informatika Dinas Kominfo yang turut mendampingi kunjungan para turis di KWT Berdikari.

Melihat antusiasme para pelancong asal Belanda terhadap produksi jamunya, Ketua KWT Berdikari Sudaryati mengaku sangat gembira. Perempuan yang mulai merintis produksi jamu setelah purna tugas dari PNS tersebut menyebut masuknya wisatawan mancanegara ke pabriknya di Gang Mawar Kampung Mirombo, Kelurahan Rojoimo merupakan sebuah kemajuan berarti. “Berarti upaya promosi kami yang bahkan sampai mengikuti pameran di Eropa dan Amerika Selatan beberapa waktu lalu cukup berhasil menarik perhatian warga masyarakat di sana,” tutur Sudaryati. Setelah kunjungan dari para wisatawan tersebut, Sudaryati mengaku optimis keinginan untuk memperluas pasar ekspor jamu dengan merk dagang rumpun padi hasil produksi KWT Berdikari akan semakin mudah terwujud.

Jamu hasil produksi KWT Berdikari, seperti dijelaskan perempuan yang akrab disapa Bu Dar itu berawal dari keinginannya untuk dapat membuka usaha setelah pensiun. . “Awalnya saya hanya mencoba untuk mengisi waktu setelah pensiun sebagai PNS di Dinas Peternakan dan Perikanan, namun seiring waktu dan minat, akhirnya saya berupaya untuk menggali lebih dalam mengenai teknis pembuatan jamu tradisional berbahan alami tanpa bahan kimia”, tutur Sudaryati. Dengan mengajak teman-teman sesama lansia di sekitar lingkungan tempat tinggalnya, maka usaha membuat pabrik jamu skala industri rumahan itu mulai berkembang. “Sekarang sudah bisa berproduksi sampai ratusa kilogram jamu beraneka jenis per harinya”, kata Sudaryati.

Sampai saat ini, Sudaryati mengaku telah berhasil memproduksi lebih dari 12 jenis jamu, seperti Kencur Asli, Sirih Kunyit Asli, Lempuyang Asli, Daun Sirsat Lempuyang Asli, Sirih Temu Kunci, Temu Kunci, Jahe Merah Asli, Jahe Asli, Temulawak Asli, Temulawak Putih Asli, Kunyit Asli, dan Kunyit putih Asli. “Semua bahan adalah berasal dari tanaman alami dan tanpa adanya campuran bahan kimiawi, sehingga kami jamin jamu produksi KWT Berdikari ini aman untuk kesehatan”, jelas Sudaryati setengah berpromosi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *