Mengaku jadi penyalur TKI, Seorang Buruh gelapkan uang puluhan juta

by -26 views

WONOSOBOZONE – Polres Wonosobo berhasil menangkap pelaku penipuan dengan modus mengaku dapat memberangkatkan TKI ke Jepang. Tersangka adalah Mufit (38) Warga Kelurahan Bumireso yang telah menipu Siti Sakbaniah warga Desa Dieng Kecamatan Kejajar hingga puluhan juta.

Nasib apes yang dialami Siti berawal pada awal bulan Juni tahun 2017, temannya yang bernama Coni
menawarkan pekerjaan menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Jepang. Kemudian setelah Siti berminat, Coni mempertemukannya dengan Mufit dan dijanjikan akan diberangkatkan menjadi TKI ke Jepang pada tanggal 4
Nopember 2017. Selang beberapa hari, Mufit ke rumah Siti untuk meminta ijin kepada orang tua Siti dan meminta Siti melengkapi persyaratan dokumen serta persyaratan administrasi sebesar Rp. 35.000.000 (tiga puluh lima juta rupiah). Dimana pembayaran tersebut dapat dilakukan dua kali, yang pertama sebelum pemberangkatan dan yang kedua setelah Siti bekerja di Jepang. Pada hari Sabtu tanggal 17 Juni 2017 sekira pukul 09.16 Wib, di ATM BRI Unit Dieng Kulon, Siti mentransfer uang sebesar Rp. 6.000.000 (enam juta rupiah) ke nomor rek Bank BNI 0503441092
milik Mufit, pada hari Rabu tanggal 5 Juli 2017, sekira pukul 06.54 Wib, Situ mentransfer uang lagi sebesar Rp.1O.000.000, (sepuluh juta rupiah) ke nomor rek yang sama dan pada pukul 14.00 Wib, Siti memberikan uang tunai kepada Mufit sebesar Rp. 1.000.000 (satu juta rupiah) di Laboratorium klinik An-Nur, Bugangan, Wonosobo, yang akan digunakan untuk medical check Up. Namun sampai dengan akhir bulan Nopember 2017 Siti tak kunjung dliberangkatkan ke Jepang sebagai Tenaga kerja Indonesia (TKI) dan Mufit pun menghilang tidak diketahui keberadaannya, bahkan sampai memutus komunikasi dengan Siti.

Setelah merasa ditipu, akhirnya Siti melapor ke Polres Wonosobo dan pihak Polres melakukan pengusutan lebih lanjut hingga pada jumat (23/2/18) sekitar pukul 12.00 wib, penyidik mendapatkan informasi dari Siti tentang keberadaan Mufit dan dilakukanlah penangkapan.
.
Saat dilakukan ungkap kasus di Polres Wonosobo (29/3/18), Mufit mengaku, bahwa alasan dia melakukan tindak penipuan adalah untuk membayar hutang serta mencukupi biaya hidup keluarganya.
.
“Saya terpaksa melakukan ini untuk membayar hutang dan biaya hidup, anak saya dua Pak”, jawab Pria yang berprofesi sebagai buruh bangunan itu kepada Wartawan
.
Korban lain selain Siti adalah Coni dan Rahmat Rudianto yang keduanya juga mengalami kerugian puluhan juta.
.
Dari tangan Tersangka, Polisi berhasil mengamankan beberapa barang bukti, diantaranya adalah 2 (dua) lembar kwitansi pembayaran dari SITI SA’BANiYAH kepada MUFIT TUFIONO al ALI MUFIT sebesar Rp. 35.000.000 (tiga puluh lima juta rupiah) dan Rp. 7.000.000 (Tujuh juta rupiah), 2 (dua) lembar slip bukti pembayaran ATM dari SITI SA’BANIYAH kepada MUFIT TUFIONO al ALI MUFIT sebesar 6.000.000 (enam juta rupiah) dan Rp. 10.000.000 (sepuluh juta rupiah), 1 (satu) lembar ljazah SMK a.n SITI SA’BANIYAH, 1 (satu) lembar Kartu keluarga a.n Kepala Keluargga Jamil, 1 (satu) lembar KTP sementara a.n sITI SA’BANIYAH, 1(satu) buah Paspor atas nama RAHMAT RUDIYANTO, 1(satu) lembar surat ket. pengganti KTP a.n RAHMAT RUDIYANTO, 1(satu) lembar jazah SMP atas nama RAHMAT RUDIAYANTO, 1 (satu) lembar Kutipan Akta Kelahiran a.n RAHMAT RUDIYANTO, 1 (satu) lembar kartu keluarga atas nama kepala keluarga NIMINAH, 2 (dua) lembar kwitansi pembayaran medical checkup atas nama CONI LAELI A-YOHANES, 1 (satu) lembar copy Kartu Tanda Penduduk a.n CONI LAELI PASA, 1 (satu) lembar copy paspor atas nama CONI LAELI PASA, 1 (satu) buah buku Tabungan dengan no rek :0503441092 a.n MUFIT TUFIONO
.
Menanggapi hal tersebut, Kasat Reskrim AKP Edy Istanto, S. H menghimbau kepada Masyarakat yang hendak bekerja di luar negeri agar berhati – hati terhadap oknum – oknum yang memberikan tawaran dapat memberangkatkan TKI dengan mudah dan cepat.
.
“Untuk para warga yang ingin menjadi TKI, carilah PJTKI yang resmi, legal dan terpercaya sehingga aman dan pasti”, pungkas Edy

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *