Gebyar Karya Sperrosel Undang Decak Kagum Warga Wonosobo

by -67 views

WONOSOBOZONE – Pagelaran Gebyar Karya yang diselenggarakan SMP Negeri 2 Selomerto di Alun-alun Kota Wonosobo, Rabu (28/3) mendapat respons sangat positif dari masyarakat.

Beragam pentas kesenian, seperti tari 300 topeng, sendratari hangruwat, seni musik bundengan, hingga parade gamelan, puisi, lukis kanvas sepanjang 20 meter dan kembul bujono menjadi hiburan edukatif bagi ribuan warga yang menyaksikan langsung di alun-alun. Sejumlah warga yang memiliki putera-puteri tengah berada di bangku kelas 6 SD, bahkan mengaku kagum dan akan memilih SMP Negeri 2 Selomerto untuk jenjang pendidikan selanjutnya. “Inisiatif untuk menggelar karya siswa-siswi di ruang publik seperti ini sangat bagus bagi pembentukan karakter anak, karena akan membentuk kepercayaan diri dan keberanian untuk menunjukkan bakat mereka,” tutur Maman Abdurahman (37), salah satu penonton dari Sudagaran, Wonosobo.

Terbentuknya karakter siswa, diakui Ketua Panitia Gebyar Karya Sperosel 2018, One Andang Wardoyo memang menjadi salah satu tujuan pihak sekolah. “Tujuan kegiatan ini adalah membangun karakter anak melalui seni budaya, keterampilan, dan pengetahuan agar kelak mereka tumbuh menjadi generasi yang unggul dan memiliki kepercayaan diri kuat untuk bersaing di lingkup global,” terang Andang. Pemilihan alun-alun Kota sebagai tempat digelarnya Gebyar Karya menurutnya juga agar dapat menjadi pembelajaran bagi publik, serta menyediakan ruang yang luas bagi kreasi para siswa. Sejumlah kegiatan unik selain pentas seni dan unjuk keterampilan para siswa, disebut Andang juga dapat menjadi pembelajaran penting, seperti kembul bujono antara siswa dengan orang tua/wali mereka masing-masing. “Even unik berupa makan bersama siswa dengan orang tua masing-masing ini akan mampu menguatkan ikatan batin atau chemsitry sehingga menanamkan budi pekerti luhur bagi anak,” lanjutnya.

Apresiasi atas terselenggaranya Gebyar Karya juga datang dari Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Musyafak. Even luar biasa yang diakui Musyafak masih jarang dijumpai di sekolah lainnya diharapkannya dapat menjadi pembelajaran, agar kelak semakin banyak sekolah yang menggelar kegiatan positif serupa.

“Pemkab Wonosobo sangat mengapresiasi langkah SMP Negeri 2 Selomerto untuk menampilkan kesenian khas daerah seperti bundengan dan tari topeng serta beragam bentuk kesenian lain, dan berharap agar kelak dapat menjadi contoh bagi sekolah lainnya di Wonosobo untuk memajukan dan membangun karakter siswa,” ungkap Musyafak. Upaya memajukan sektor pendidikan di Wonosobo, menurut Musyafak memang selayaknya didukung semua pihak, tidak hanya pemerintah yang bekerja sendiri. Sehingga contoh dari SMP Negeri 2 Selomerto yang mampu membiayai kegiatan secara mandiri dengan didukung sejumlah lembaga sponsor selayaknya juga dilakukan sekolah-sekolah lainnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *