688 Orang Ikuti Pelatihan di BLK

by -129 views


WONOSOBOZONE. Untuk membekali dan mengembangkan kompetensi kerja guna meningkatkan kemampuan, produktivitas dan kesejahteraan masyarakat, Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Wonosobo gelar pelatihan yang diikuti total sebanyak 688 orang peserta se-Kabupaten Wonosobo. Pelatihan dibuka langsung oleh Bupati Wonosobo Eko Purnomo didampingi Kepala Tenaga Kerja dan Kepala BLK. 
Kepala BLK Agus Pranoto menyampaikan, pelatihan kali ini merupakan gelombang pertama di Tahun 2018. Yang akan dilaksanakan selam 30 hari atau selama 240 jam kerja, perjam kerja 45 menit. Kedepan akan dilaksanakan kegiatan serupa sebagai lanjutan program Peningkatan Tenaga Kerja dan Produktivitas tersebut sebagaimana yang telah dilakukan rutin di tahun-tahun sebelumnya. Para peserta diambil melalui hasil sosisalisai dan penyebaran informasi di seluruh wilayah Kabupaten Wonosobo.
Agus menambahkan, Kegiatan Program Peningkatan Tenaga Kerja dan Produktivitas ini di biayai APBN dan APBD. Kegiatan yang dibiayai APBN di BLK Wonosobo pada tahun 2018 ini direncanakan akan melaksanakan 41 paket Pelatihan berbasis Kompetensi dan beberapa Uji Kompetensi. Pelatihan tersebut meliputi, 7 paket menjahit pakaian dasar, 5 paket mekanik junior sepeda motor, 2 paket mekanik junior mobil, 5 paket basic office, 2 paket pengelola administrasi perkantoran, 1 paket finishing kayu teknik semprot, 2 paket drafter auto CAD bangunan, 6 paket prosesing hasil pertanian, 4 paket kecantikan kulit dan rambut, 2 paket teknisi telepon seluler, 2 paket instalasi tenaga, 1 paket audio video, dan 2 paket juru las SMAW 3G. 
Sedangkan untuk kegiatan APBD disampaikan Agus hanya dua pelatihan saja yaitu, pelatihan menjahit pakaian dasar  dan mekanik junior sepeda motor. Dengan peserta sebanyak 32 orang.  Dari hasil pelatihan ini para peserta akan mendapatkan sertifikat dari BLK dan akan mendapatkan fasilitas berupa penyaluran bekerja di berbagai lapangan kerja sesuai kompetensi masing-masing.
Sementara itu dalam sambutannya Bupati Eko Purnomo menyampaiakan bahwa pembangunan ketenagakerjaan harus mampu menyelesaikan 3 (tiga) permasalahan utama dan tantangan pembangunan ketenagakerjaan, yang meliputi pertama adalah kesempatan kerja yang terbatas karena pertumbuhan ekonomi belum mampu menyerap angkatan kerja yang masuk ke dalam pasar kerja dan jumlah pengangguran yang ada. Kedua, masih tingginya tingkat pengangguran, berdasarkan data BPS, tingkat pengangguran terbuka di Indonesia yang sampai pada Bulan Agustus Tahun 2017 mencapai sebesar 5,5 persen atau sekitar 7,02 juta. Ketiga, adalah rendahnya kualitas angkatan kerja, terindikasi dari perkiraan komposisi angkatan kerja yang sebagian besar berpendidikan SMP ke bawah yang masih mencapai sebanyak 127,67 juta orang atau 60,38 % dari angkatan kerja.
Sehingga Bupati memberikan apresiasi positif kepada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, yang memiliki inisiasi untuk mendukung pembangunan di bidang ketenagakerjaan melalui Pelatihan Kerja Bagi Tenaga Kerja di Kabupaten Wonosobo ini. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *