Menggores Langit Wonosobo, Gugur Gunung Tandang Gawe

by -161 views


WONOSOBOZONE – Pameran lukisan di alam terbuka yang di adakan oleh komunitas pelukis dan seniman Wonosobo yang tergabung dalam Persaudaraan SHIN telah dilangsungkan pada Minggu, 18 Februari 2018 di Dusun Karangtengah dan Dusun Sawangan di Desa Tumenggungan, Selomerto, Wonosobo.

Persaudaraan SHIN merupakan komunitas yang multi background yang berdiri atas kesadaran bahwa nusantara pernah punya peradaban maju di masa lampau serta ingin memajukan Wonosobo. SHIN sendiri merupakan Kaum yang pernah mendiami Nusantara di masa lampau. Juga diambil dari nama dua gunung besar yang mengelilingi Wonosobo, yaitu gunung Shindara (sindoro) dan Shindari (sumbing). Dua gunung tersebut menggambar kan simbol Lingga (shindara) dan Yoni (shindari).  Seperti banyak kita tahu bahwa simbol Lingga Yoni ini merupakan lambang Kesuburan, Kemakmuran, dan kesejahteraan.

Acara dimulai pukul 11.00 WIB yang dipusatkan di pelataran dusun Sawangan dan berlangsung dengan hikmad, walaupun dengan kesederhanaan. Diawali dengan tahlil dan doa bersama kemudian dibuka oleh Bapak Adin Yulia Setiawan, anggota DPRD Kab. Wonosobo yang membidani kebudayaan dan kepariwisataan Wonosobo yang hadir dalam pagelaran tersebut.

Melukis bersama secara simbolik diawali oleh Bapak Adin Yulia Setiawan dengan torehan Huruf Hijaiyah “shin” dikanvas sepanjang 9 meter. Kemudian disusul oleh Bapak Agus Purnomo yang merupakan Ketua HPI (Himpunan Pramuwisata Indonesia) Wonosobo yang juga turut menghadiri acara tersebut. Setelah itu disusul para seniman lain serta semua pengunjung yang hadir, ikut menorehkan guratan lukisannya di kanvas 9 meter tersebut.

Kemudian acara berlanjut ke air terjun (curug) si Macan dusun Karangtengah. Ratusan Karya lukisan dari para seniman lukis Wonosobo telah di pajang di tebing-tebing sungai dan batang-batang pohon yang mengitari sungai si Macan. Sebuah pemandangan baru yang langsung banyak mengubah mindset para hadirin bahwa sebuah pameran tidak harus berlangsung di gedung-gedung atau di panggung-panggung, tetapi alam terbuka pun bisa jadi media pameran dan dapat menjadi pengundang wisatawan sekaligus.

Diawali dengan tarian di tengah sungai yang dilakukan oleh Bu Mulyani, seorang seniman tari asli Wonosobo yang baru saja pulang dari Australia dalam lawatan pertunjukanya. Beliau, secara sukarela ikut ambil bagian dalam rangkaian acara tersebut. Tarian berlangsung kurang lebih 1 jam dengan berbagai koreografi dan juga menggunakan topeng.

Setelah itu berlanjut acara pamer batik yang diperagakan oleh 3 remaja putri dari Dusun Sawangan, Karangtengah, dan Wonosobo.  Batik yang diangkat adalah batik kreasi dari hasil motif-motif relief Candi Watu Gong, Candi Candirejo, dan Candi Parikesit hasil penelitian dari Persaudaraan Shin ini.

Para pengunjung sangat menikmati pertunjukan tersebut, bahkan kebanyakan dari mereka baru kali ini menyaksikan even dengan setting tempat seperti ini. Termasuk teman-teman photograper dari HPPW yang turut hadir mengatakan sangat terkesan dan baru pertama kalinya menemui event seperti ini. Teman-teman HPPW terlihat sangat menikmati dan mengabadikan momen-momen yang terjadi.

Disudut lain pengunjung asyik menikmati karya-karya lukisan dari para seniman lukis Wonosobo, ada yang sambil menggaruk kepala yang tidak gatal, mengernyitkan dahi dan yang paling banyak adalah  berfoto dengan karya lukisan. Ada yang selfi dan banyak juga yang meminta diambilkan gambarnya oleh teman disekitarnya.

Acara ditutup dengan pertunjukan tari dari Bondet Pamularsih and Friends. Dengan mengambil tema tarian kreasi dan improvisasi baru dengan diiringi musik dari percikan air dan tepukan batu. Berlangsung dramatik dan menarik sebagai momen perenungan dan sangat bagus untuk diabadikan oleh photographer.

Bapak Adin Yulia Setiawan dari komisi D DPRD Kab Wonosobo mengatakan, “Saya bangga dan sangat terharu karena sangat menyentuh sekali, bagaimana kesadaran dan kepedulian masyarakat  sedemikian besarnya ingin memajukan Wonosobo. Saya ingin acara-acara ini dapat terus berlangsung dan harapan saya dapat memotivasi para pelaku seni maupun desa-desa lain untuk dapat menggali potensi-potensi yang ada sehingga dapat memunculkan iklim baru, geliat serta gairah baru di dunia kepariwisataan khususnya Kabupaten Wonosobo”.

“Kedepan, kami selaku anggota legislatif mengharap untuk diundang bersama dengan jajaran eksekutif oleh para seniman Wonosobo untuk duduk bersama membicarakan bagaimana menggarap potensi Pariwisata Wonosobo di masa depan”, kata Bapak Adin Yulia Setiawan.

Bapak Agus Purnomo juga merespon, ” Acara ini sangat positif sekali dan saya sangat mendukung. Event ini sangat bagus untuk pengembangan Pariwisata di Wonosobo. Saya akan terus mendorong kiprah Persaudaraan Shin ini agar membawa dampak yang lebih luas terhadap masyarakat serta dapat mengubah mindset dari jajaran pemerintahan Wonosobo untuk dapat memberi perhatian di sektor Pariwisata”.

Persaudaraan SHIN juga merespon sangat positif dan mengapresiasi sangat tinggi terhadap kehadiran Bapak Adin Yulia S dari Fraksi PAN dan Bapak Agus Purnomo, mengingat acara berlangsung dengan penuh kesederhanaan, bahkan semua peserta dan pengunjung duduk bersama tanpa alas maupun tikar.

Tak lupa hadir dari perwakilan Desa Mertokondo, Kalikajar, Wonosobo yang langsung dengan gembiranya merespon acara dengan sangat positif. Diusia beliau yang terlihat tidak lagi muda namun penuh dengan semangat untuk memajukan pariwisata dan seniman Wonosobo. “Tolong mas, teman-teman dari persaudaraan Shin bisa hadir dan mau membina desa kami untuk bisa menjadi desa wisata”, tutur Beliau.

“Kami siap untuk merespon lebih lanjut, dan akan segera meluangkan waktu dan tempat untuk mengundang jajaran legislatif khusus nya Bapak Adin Yulia S serta jajaran eksekutif untuk dapat duduk bersama”, kata seorang perwakilan dari Persaudaraan SHIN. “Semoga acara ini dapat menginspirasi bagi siapa saja yang mau bersama-sama bersinergi, berelaborasi, saling melengkapi demi kemajuan Wonosobo di masa depan”, lanjutnya. 

(SW.)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *