Dalam Seminggu, 12 Warga Sruni Diduga Terkena DBD

by -39 views

Cegah Dengan 3M dan Fogging

WONOSOBOZONE – Dinas Kesehatan Kabupaten Wonosobo bersama Puskesmas Wonosobo 1 melakukan fogging di 20 rumah di Kampung Sruni RT 03, RT 11, RT 12, dan RT 14  Kelurahan Jaraksari Kec.Kab. Wonosobo. Hal tersebut menurut Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kab. Wonosobo, Jaelan Sulat dilakukan guna mencegah penyebarluasan kasus DBD yang telah menimpa puluhan warga Sruni dalam waktu satu Minggu. “Sedikitnya 12 warga di Kampung Sruni RT 03 RW 05 Kelurahan Jaraksari Kecamatan Wonosobo dilarikan ke rumah sakit setelah diduga mendapat gigitan nyamuk Aedes Aegepty. Dari 12 orang tersebut, dua diantaranya sudah terdiaknosis terkena Demam Berdarah Dengue (DBD),” ungkap Jaelan kepada Wartawan di sela Fogging, Sabtu (3/2).

Dengan menggandeng Puskesmas setempat, respon cepat dapat dilakukan oleh lembaga kesehatan Wonosobo yang belum lama ini juga meluncurkan Kawasan Tanpa Rokok (KTR). Sebelumnya, Jaelan mengatakan pihak Dinkes dan Puskesmas I Wonosobo telah melakukan penyuluhan kepada warga setempat satu hari menjelang Fogging. Jaelan juga mengaku pihaknya telah mengambil sample nyamuk dan benar merupakan nyamuk Demam Berdarah. “Setelah mengambil sampel nyamuk, kami langsung mengumpulkan elemen masyarakat pada Kamis (1/2). Kemudian, Jumat (2/2) kami lakukan pemberantasan sarang nyamuk (PNS) menyeluruh dengan 3M (Menguras, Mengubur dan Menutup) dan Sabtu (4/1) kami lakukan fogging,” bebernya.

Sementara Kepala Puskesmas I Wonosobo, dr. Danang Santo Sasongko yang turut terlibat dalam aksi Fogging membenarkan bahwa pada awal tahun 2018 wilayah Wonosobo tepatnya di Kampung Sruni RT 03 RW 05 Kelurahan Jaraksari tertimpa kasus DBD, sehingga upaya fogging dilakukan. “Ini memang untuk mencegah nyamuk Aedes Aegepty agar tidak berkembang biak di lingkungan sekitar penduduk Kampung Sruni,” katanya. Menurut Danang, Fogging dilakukan guna memutus mata rantai perkembang biakan nyamuk dewasa. Setelah Fogging yang pertama, Danang mengaku pihaknya juga akan melakukan fogging kembali dalam seminggu kedepan agar nyamuk penyebar virus DBD benar-benar hilang, karena dimungkinkan masih ada jentik-jentik nyamuk di lingkungan masyarakat. “Yang terpenting sebenarnya peran serta masyarakat dalam mencegah perkembangbiakan nyamuk ini. Hanya dengan melakukan 3M, yakni Menguras, Mengubur dan Menutup bak-bak air bersih,” pungkasnya. (Ard)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *