​Hirup AC Terbakar, Dua Orang Ditemukan Tewas Di Dalam Mobil

by -93 views

Bukan Pasangan Halal Ini Tewas Karena Menghirup AC Terbakar

WONOSOBOZONE – Dua orang lawan jenis ditemukan tewas di dalam mobil yang terkunci pada Sabtu (3/2) di dekat objek wisata Kawah Sikidang, Kabupaten Banjarnegara. Keduanya adalah Nurkolis (42) warga RT 1 RW 3 Karangsari Bener, Purworejo dan Mufidatun (54) RT 2 RW 3 Karangsari Bener Purworejo yang bukan pasangan suami-istri​. Menurut Kepala Desa Dieng Kulon, Slamet Budiono saat dihubungi Wartawan, Minggu (4/2) menceritakan awal mula kejadian tersebut dapat diketahui. “Dua mayat ini diketahui saat salah seorang warga yang akan berdagang di area objek wisata Kawah Sikidang. Karena curiga, kemudian warga menilik dengan mengintip melalui jendela mobil. Ternyata ada dua orang tergeletak di dalamnya. Mobil Toyota Kijang warna silver ini berhenti di pinggir jalan area objek wisata Kawah Sikidang sudah satu hari lebih,” ungkap Kades. Setelah melapor pada kepolisian setempat, kedua korban dibawa ke Puskesmas Kec. Batur, Kab. Banjarnegara.

Terkait penyebab kematian, Kapolres Banjarnegara AKBP Nona Pricillia Ohei menguraikan hal tersebut. Berdasarkan hasil pemeriksaan, Kapolres mengatakan meninggalnya kedua orang asal Purworejo itu diduga karena menghirup karbon dari dasboard yang meleleh. Selain itu, lanjutnya, kap mesin mobil juga terpantau gosong. “Menurut dugaan kami, melehnya dasboard karena AC mobil terbakar. Sehingga dari pembakaran tersebut mengasilkan karbon yang pada akhirnya dihirup dua orang yang berada di dalam mobil yang terkunci,” bebernya.

Sementara berdasarkan hasil pemeriksaan petugas kesehatan di Puskesmas Batur, tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan pada tubuh kedua korban. Petugas mengatakan dua korban diperkirakan telah meninggal dunia lebih dari 24 jam sebelum ditemukan warga. “Di dalam mobil ada dua mayat laki-laki dan perempuan. Keduanya ditemukan sudah dalam kondisi meninggal dunia yang diperkirakan sudah lebih dari 24 jam,” terang salah seorang petugas.

– Sempat Berpamitan Ke Pontianak

Beberapa hari sebelumnya, korban laki-laki yang bernama Nurkholis berpamitan kepada sang istri akan pergi ke Pontianak, Kalimantan Barat untuk urusan pekerjaan. “Selasa siang (30/1) suami pamitan mau ke Pontianak karena ada urusan kerjaan katanya,” ungkap sang istri, Isrohimi (38). Nurkholis yang berprofesi sebagai montir mobil memang kerap menerima jasa panggilan dari para pelanggan dan konsumen lain. Di rumahnya, lanjut Istri, ia juga memiliki bengkel mobil sekaligus menjual onderdil mobil.

Menurut sang istri, sejak berpamitan Selasa lalu, Nurkholis sendiri tidak pernah mengangkat ponselnya meskipun dihubungi berkali-kali oleh anak dan keluarga. Hingga akhirnya terdengar kabar bahwa bapak satu orang anak itu tewas bersama seorang perempuan di dalam mobil. “Dia kan montir jadi sering sana sini dipanggil orang dan juga sering keluar kota beli onderdil. Namun sejak pamit Selasa kemarin itu HP-nya tidak diangkat-angkat ketika saya telepon, anak saya telepon juga sama aja nggak diangkat,” lanjutnya.

Isrohimi atau yang akrab dipanggil Emi itu tidak tahu sama sekali jika suaminya itu pergi dengan Mufidatun. Bahkan dirinya mengaku tidak kenal dengan perempuan yang meninggal bersama suaminya itu. (Ard)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *