Tersangka Pengeroyokan Siswa MTS Terancam Hukuman 15 Tahun Penjara

by -80 views

– Korban Penganiayaan Mengalami Luka Memar Di Paru-paru dan Uluhati

WONOSOBOZONE – Peristiwa meninggalnya seorang pelajar MTs Maarif Ngalian Kecamatan Wadaslintang, Kabupaten Wonosobo Ahmad Eko Prasetyo (15) berlanjut pada proses penyidikan. Korban meninggal diduga setelah dikeroyok sejumlah pelajar dari SMP 3 Kaliwiro, Wonosobo di jembatan Kepodang Dusun Lumiring, Desa Ngalian Kecamatan Wadaslintang Selasa (30/1) siang. Jenazah korban tengah diautopsi pada Rabu (31/1) di RSU Wonosobo untuk mengetahui secara pasti penyebab kematian korban. “Untuk mengetahui akibat meningggalnya karena apa, kami tengah melakukan autopsi. Informasi yang kami terima korban meninggal saat perjalanan dibawa ke Puskesmas,” terang Kapolres Wonosobo AKBP Abdul Waras saat ditemui di Mapolres Wonosobo, Rabu (31/1).

Berdasarkan hasil pemeriksaan, Kapolres menyebut korban mengalami luka memar akibat benda tumpul di organ paru-paru. Selain itu, lanjutnya, berdasarkan hasil autopsi korban juga mengalami kekerasan dengan benda tumpul di bagian uluhati. “Selain itu berdasarkan keterangan yang diduga pelaku, mereka membenarkan ada pemukulan terhadap korban. Ada satu nama berinisial A yang sudah mengakui melakukan pemukulan terhadap korban. Untuk dugaan pelaku lainnya masih kami lakukan penyelidikan,” bebernya.

– Motif Pelaku Saling Melotot

Setelah melakukan pemeriksaan terhadap para terduga pelaku, Polres Wonosobo akhirnya memastikan motif dianiayanya korban. Para pelaku yang merupakan siswa di salah satu SMP Kaliwiro diduga tersinggung karena pada Selasa (30/1) pagi, korban sempat ‘mecicil’ (Indonesia: melotot) kepada gerombolan pelaku. Mereka yang terbawa emosi kemudian mencegat korban saat pulang sekolah pada siang harinya. Setelah berhasil mencegat korban di tengah jembatan Kepodang Desa Ngalian Kecamatan Wadaslintang, para pelaku kemudian memukuli korban hingga tidak berdaya. “Mengetahui korban pucat dan lemas, para pelaku kemudian meninggalkan korban di tepi jalan. Korban sempat dibawa warga masyarakat ke Puskesmas Wadaslintang, namun ternyata sudah meninggal dalam perjalanan,” jelas Kasatreskrim AKP Edy Istanto.

AKP Edy juga mengaku bahwa sementara ini ada 3 orang pelaku yang diamankan. Inisialnya A, S, D dan semuanya dibawah umur. Untuk kepastiannya, lanjut Kasatreskrim, Polres masih melakukan pemeriksaan terhadap terduga dengan didampingi orang tua, petugas dari Bapas Magelang, LSM, serta pengacara. “Rencananya, sambil proses penyidikan berlangsung, ketiganya akan kami titipkan ke Panti Sosial Antasena di Magelang,” lanjutnya.

Mengenai dugaan pelanggaran hukum terhadap para pelaku, Polisi akan menerapkan pasal 80 ayat (3) Jo. 76 C Undang-undang RI Nomor 17 tahun 2016 tentang Perlindungan Anak atau Pasal 170 ayat (2) KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. (Ard)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *