Membludak, Kantor Imigrasi Wonosobo Mulai Buka Pembuatan Paspor Haji

by -32 views


WONOSOBOZONE​ – Pasca hari ulang tahun yang ke-68, Kantor Imigrasi Kelas II Wonosobo terus berupaya melayani pelayanan yang prima kepada masyarakat. Hal itu terlihat diantaranya pada Senin (29/1) telah mulai dibuka layanan permohonan pembuatan paspor untuk para calon jemaah haji tahap 1 dengan pemberangkatan tahun 2018. Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Wonosobo, Soeryo Tarto Kisdoyo mengatakan, seluruh petugas yang menangani terkait kepengurusan paspor sudah mulai melayani para calon jemaah haji. “Mereka mulai sibuk menerima, mengecek, dan memproses semua persyaratan pembuatan paspor. Hari Senin ini adalah hari perdana pihak kami melayani pembuatan paspor untuk calon jamaah Haji yang rencananya akan diberangkatkan pada tahun 2018 ini,” terang Soeryo kepada Wartawan di sela pantauan proses pembuatan paspor calon jamaah haji di kantor Imigrasi Kelas II Wonosobo.

Soeryo menambahkan, tahun 2018 pihak Kantor Imigrasi kelas II Wonosobo yang memiliki wilayah kerja sebanyak 6 Kabupaten dan 1 kota itu telah mendapatkan pengajuan pemohon paspor dengan total 5000 lebih calon Jemaah haji. Ia berharap proses pembuatan paspor calon jemaah haji untuk keberangkatan tahun 2018 ini bisa berjalan dengan lancar, aman, dan sukses. “Kami buat jadwal untuk pelayanan paspor calon haji ini. Yang pertama untuk para calon haji Kab. Magelang yang menurut data ada sebanyak 1200 pemohon. Jika Kab. Magelang selesai, maka dilanjutkan pelayanan untuk pemohon paspor calon haji wilayah lain, seperti Wonosobo, Banjarnegara, Purworejo, Kota Magelang, Kebummen dan Temanggung,” tandasnya.

Sementara Kasubag Tata Usaha Kantor Imigrasi Kelas II Wonosobo, Bambang Nurwiyanto yang turut mendampingi pantauan juga menjelaskan bahwa pelayanan khusus untuk calon jamaah haji telah dialokasikan setiap harinya minimal 100 pemohon. Sementara untuk selain pemohon calon jamaah haji, Bambang mengaku tetap melayani seperti biasa. “Dibukanya pelayanan paspor untuk calon haji ini kami pastikan tidak akan mengganggu para pemohon paspor lain. Jadi tak perlu khawatir bagi para pemohon paspor non haji,” beber Bambang.

Terpisah, calon jemaah haji asal Muntilan, Kab, Magelang, Sularti Abdul Khamid mengucapkan terima kasih kepada petugas Imigrasi Tasikmalaya yang telah memberikan berbagai kemudahan dalam proses pembuatan paspornya. “Saya tidak mendapat kesulitan mulai dari proses pengecekan legalitas, wawancara, sampai pemotretan. Malah pembuatan paspor itu mudah, cepat, hanya antrenya yang cukup lama, mungkin karena banyak kuota yang masuk,” tandasnya. Sularti menilai bahwa proses pembuatan paspor itu sangat tertib, cukup diprioritaskan dan tidak disamakan dengan pemohon paspor yang akan pergi ke luar negeri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *