Fachriansyah Brewer Terbaik WMBC 2018

by -126 views


WONOSOBOZONE​ – Kompetisi Seduh kopi Manual atau Wonosobo Manual Brew Competition (WMBC) 2018 sukses digelar di De Koffie, Minggu (28/1). Agenda yang diikuti 32 orang penyeduh dari berbagai wilayah se-Indonesia tersebut menjadi even kontes menyeduh pertama tingkat nasional yang dihelat di Wonosobo. Bahkan 10 orang juri yang menilai kepiawaian menyeduh para kontestan juga merupakan para tokoh tingkat nasional. Agenda yang rampung pada pukul 19.30 WIB tersebut akhirnya memilih tiga orang pemenang yang mendapatkan hadiah total sebesar Rp2,75 juta.

Di puncak acara, WMBC perdana akhirnya memilih Fachriansyah dari Magistra coffee Jogjakarta sebagai juara pertama yang memperoleh gelar Penyeduh terbaik atau best brewer dan berhak atas uang tunai senilai Rp1,5 juta. Menyusul sebagai Runner up yakni Andra Perdana asal Bali yang mewakili Point Coffee and Drama Jogjakarta yang mendapatkan uang tunai sebesar Rp750.000. Sementara itu, Supri Anggoro asal Sukoharjo yang mewakili Ritual Ngopi menempati urutan ke-tiga dan membawa pulang uang tunai Rp500.000.

Menurut ketua panitia, Dani Wahyu Satria, agenda perdana tersebut merupakan salah satu bentuk apresiasi sekaligus upaya untuk mengangkat kopi lokal Indonesia. Mengingat para peserta diwajibkan mempergunakan kopi lokal untuk diseduh. “Harapan kami, para pemenang bisa menginspirasi seluruh pecinta kopi, khususnya mereka yang merupakan brewer atau penyeduh, terlebih berprofesi sebagai penyeduh di kedai agar semakin mencintai kopi dan pekerjaannya. Hadiah yang mungkin nilainya kecil ini tentunya tidak sebanding dengan apa yang sudah diupayakan teman-teman penyeduh untuk mengangkat kopi sebagai potensi yang bisa mensejahterakan petani,” ungkap Dani.

Agenda tersebut juga melibatkan 10 orang juri yang dibagi menjadi delapan orang juri Sensory dan dua orang Juri Ketua. Pengaturan juri juga dimaksudkan untuk menjaga netralitas sehingga peserta yang berasal dari kota yang sama tidak akan menemui juri yang sama.

“kami juga berharap, kompetisi ini bisa turut memajukan kopi di tingkat hilir yakni di seduhan yang tentunya ada di tangan para brewer atau penyeduh sendiri. Harapan kami semoga agenda WMBC ini bisa berlanjut di tahun-tahun berikutnya,” ungkap Dani.

Menurut salah satu Head Judge atau ketua juri, Christian yang mengantongi ‌sertifikasi juri di berbagai ajang, sudah selayaknya wonosobo menggelar kompetisi-kompetisi untuk para penyeduh dan sering mengirim perwakilannya ke luar kota.

“Kalau bisa di tingkat kabupaten sendiri, Wonosobo juga mengadakan seleksi agar perwakilannya bisa mengikuti kompetisi-kompetisi nasional di daerah lain atau berpartisipasi di berbagai ajang,” ungkap Christian yang juga seorang roaster di House of Coffee Bandung.

Di agenda tersebut turut hadir Kadinas Kominfo provinsi Jateng Dadang Somantri, Kadinas Kominfo Wonosobo Eko Suryantoro, dan Kadinas Pariwisata dan Kebudayaan Wonosobo One Andang Wardoyo. Di puncak acara, Wakil bupati Agus Subagiyo juga menyaksikan penyerahan hadiah dan piala kepada para pemenang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *