Wonosobo Masuk Dalam Prioritas Intervensi Stunting

by -55 views


WONOSOBOZONE –  Kabupaten Wonosobo merupakan salah satu daerah yang masuk dalam 100 Kabupaten/Kota prioritas untuk intervensi stunting. Demikian dikatakan Kepala Dinas Kesehatan Junaedi saat membuka rangkaian acara peringatan Hari Gizi Nasional di Alun-alun Wonosobo Jumat (26/01) pagi.
Dikatakan Junaedi, berdasarkan hasil riskesdas Tahun 2013 angka stunting (gangguan pertumbuhan anak karena kekurangan asupan gizi) di Kabupaten Wonosobo mencapai 41,12 % atau 29.037 anak  mengalami gangguan pertumbuhan pendek dan sangat pendek. 
Oleh karena itu menurutnya, penanganan stunting perlu koordinasi antar sektor dan melibatkan berbagai pemangku kepentingan baik Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, dunia usaha, masyarakat umum dan unsur lainya. Dalam hal ini Presiden dan Wakil Presiden berkomitmen untuk memimpin langsung upaya penanganan stunting, agar penurunan prevalensi stunting dapat dipercepat dan merata di seluruh Wilayah Indonesia.
Karena stunting pada anak mencerminkan kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat dari kekurangan gizi kronis, sehingga anak menjadi terllu pendek di usianya. Kekurangan gizi kronis terjadi sejak bayi dalam kandungan hingga usia 2 tahun. Dengan demikian 1000 hari pertama kehidupan seyogyanya mendapat perhatian khusus, karena menjadi penentu tingkat pertumbuhan fisik, kecerdasan, dan produktivitas seseorang di masa depan.
Mengingat saat ini Indonesia merupakan salah negara dengan prevalensi stunting cukup tinggi dibandingkan dengan negara negara berpendapatan menengah lainnya. Kondisi seperti ini jika tidak  segera diatasi akan sangat berpengaruh terhadap kinerja pembangunan Indonesia baik yang menyangkut pertumbuhan ekonomi kemiskinan dan ketimpangan. Lanjutnya.
Di Tahun 2018 ini akan dilaksanakan program nasional penanggulangan stunting melalui berbagai upaya, diantaranya dengan Program pemberian TTD pada Ibu hamil dan remaja Putri, Pemberian PMT pada Bumil, Pemenuhan Gizi pada anak baduta, persalinan nakes, IMD, pemeberian ASI eksklusif, pemberian MP ASI pada anak baduta, pemberian imunisasi lengkap dan Vitamin A, pemantauan pertumbuhan di posyandu, dan melakukan gerakan masyarakat untuk hidup sehat (Germas) serta pencegahan penyakit kecacingan melalui pemberian obat cacing dan peningkatan kualitas sanitasi lingkungan.   

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *