Warga Mlandi Hibahkan Tanah Untuk Jalan Alternatif Ke Dieng

by -17 views

WONOSOBOZONE – Tak kurang dari 377 warga Desa Mlandi, Kecamatan Garung yang terkena imbas pembangunan Jalan Rake Panangkaran dari Desa Mlandi menuju kawasan Dieng, mengikhlaskan tanah mereka tanpa meminta ganti rugi. Kepala Desa Mlandi, Budi Irawan menyebut hal itu tak lepas dari keinginan warga untuk membantu Pemerintah Kabupaten merealisasikan jalur wisata alternatif menuju Dieng, sehingga ke depan efek positif dari hidupnya jalur tersebut dapat dirasakan masyarakat. “Kalau secara luas, bidang tanah yang dihibahkan tersebut masih ada di BPN, hanya saja untuk panjangnya kurang lebih mencapai 3,4 kilometer,” ungkap Budi saat ditemui di Balai Desa setempat seusai acara penyerahan piagam penghargaan dari Pemkab Wonosobo kepada warga Mlandi, dan sertifikat jalan dari BPN kepada Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten, Kamis (28/12).

Kepada para warga yang merelakan tanah mereka untuk pembangunan jalan, Pemkab Wonosobo memang memberikan apresiasi berupa piagam penghargaan, dan potongan biaya penerbitan sertifikat. “Pemerintah Desa membantu warga yang telah mengikhlaskan tanahnya untuk jalan dengan memberikan subsidi biaya sertifikat hingga mencapai 52 Ribu Rupiah per lembar sertifikat,” jelas Kades. Dengan strategi imbal balik tersebut, Budi mengakui warga menjadi lebih ringan dalam menyerahkan tanah mereka demi terwujudnya jalur strategis tersebut. Keuntungan lain yang diperoleh warga dari hibah tanah itu, dikatakan Budi juga mulai dirasakan dengan drastisnya kenaikan harga tanah di Desa Mlandi. Kenaikan harga tanah di Desa yang terletak di punggung pegunungan Dieng tersebut, menurut Budi berkisar 200 % hingga 300 % dari sebelum adanya rencana pembangunan jalan alternatif. “Kenaikan harga tanah ini tentu menjadi keuntungan tersendiri bagi warga, sehingga meski tanpa ganti rugi untuk tanah yang dihibahkan, ke depan mereka justru mendapatkan ganti yang lebih baik,” tegas Budi.

Rencana pembangunan jalan Rake Panangkaran untuk membuka jalur alternatif wisata menuju Dieng, dijelaskan Kepala DPU Widi Purwanto bakal masuk anggaran Dana Alokasi Khusus Tahun 2018 mendatang sebesar 18 Milyar Rupiah. “Pada Tahun 2017 sudah dilaksanakan kegiatan peningkatan jalan PLN Dieng Wetan senilai 12 Milyar Rupiah untuk pekerjaan pengaspalan jalan, 1,15 km, perkerasan pelebaran jalan, 4,5 km, dan pembuatan saluran senderan seluas 6000 meter kubik,” beber Widi. Sementara di Tahun 2017 pula, Widi juga menyebut BPN Kabupaten Wonosobo telah melaksanakan program sertifikasi tanah massal  melalui kegiatan pendaftaran tanah sistematis lengkap (PTSL) hingga mencapai 2081 bidang tanah. Jumlah bidang tanah itu, menurut Widi terbagi menjadi 2 bagian, yaitu tanah warga 2031 bidang, dan area konservasi 50 bidang. Hibah tanah yang telah dilakukan warga Mlandi, diakui Widi sangat membantu Pemkab Wonosobo, sehingga sangat layak apabila kemudian setiap warga yang telah menghibahkan tanah mereka, mendapat penghargaan berupa piagam dan pemotongan biaya sertifikat.

 Senada, Bupati Wonosobo Eko Purnomo yang secara simbolis menyerahkan piagam penghargaan kepada warga juga mengakui adanya partisipasi dan peran warga secara nyata dalam pembangunan, menunjukkan bahwa antara Pemerintah dan Warga masyarakat mampu bersinergi. Dalam setiap aspek pembangunan, Bupati menegaskan peran masyarakat selalu strategis mengingat mereka tak sekedar objek dalam pembangunan, melainkan melalui partisipasi, mereka juga dapat berperan sebagai subjek aktif yang turut menyukseskan program-program pemerintah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *