Pemerintah Didorong Terbitkan Regulasi Perpustakaan Desa

by -20 views

WONOSOBOZONE – Masih sedikitnya perpustakaan desa (Perpusdes) di Kabupaten Wonosobo disinyalir menjadi salah satu penyebab rendahnya budaya literasi masyarakat. Menyikapi hal tersebut, Pemerintah Kabupaten selayaknya mengambil langkah, untuk menumbuhkan Perpusdes agar setidaknya setiap desa memiliki satu perpusdes. Tuntutan terhadap perlunya regulasi yang mengatur kewajiban desa untuk mendirikan perpusdes tersebut mengemuka dalam forum stakeholder meeting (SHM) yang digelar Dinas Arsip Dan Perpustakaan Daerah di Pendopo Kabupaten, Kamis (21/12). Adalah Kepala Desa Mojosari Kecamatan Mojotengah, Tolchah Mahsun yang dalam kesempatan tersebut menyuarakan pentingnya regulasi baku berupa Peraturan Daerah Perpusdes.

Menurut Mahsun, keberadaan perpustakaan desa di Kabupaten Wonosobo saat ini belum melebihi 10 % dari jumlah desa yang ada. “Kami di Mojosari sendiri berusaha untuk sekuat tenaga menyediakan fasilitas baca berupa perpustakaan desa agar warga masyarakat tertarik untuk meningkatkan minat baca mereka, bukan untuk sekedar mendapatkan bantuan dari manapun,” terang Mahsun. Hal tersebut, menurutnya bisa dilakukan oleh desa-desa lain mengingat anggaran desa sudah cukup besar. Paradigma lama yang lebih banyak mengarahkan anggaran belanja desa untuk membangun fasilitas infrastruktur menurut Mahsun seyogyanya dilengkapi pula dengan upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusianya.

“Bagi kami, apa artinya punya jalan atau fasilitas infrastruktur desa yang bagus apabila warga masyarakatnya masih hidup dalam kebodohan lantaran rendahnya minat membaca,” tegas Mahsun. Karena itulah, mengingat forum SHM tersebut melibatkan banyak pihak, baik dari Pemerintah, lembaga swasta hingga tokoh-tokoh masyarakat Mahsun berharap ada tindak lanjut nyata untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pembudayaan membaca.

Selaras dengan keinginan Mahsun, sebelumnya Wakil Bupati Wonosobo Agus Subagiyo juga meminta agar budaya literasi di masyarakat terus ditingkatkan. Pemerintah Kabupaten, ditegaskan Wabup mendukung sepenuhnya langkah-langkah untuk mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas sebagai hasil dari meningkatnya minat baca dan tulis masyarakat. Melalui program perpuseru yang selama ini telah didukung sejumlah lembaga donor, baik BUMN, BUMD maupun lembaga swasta lainnyaseperti Coca Cola Foundation dan Bimasena Power, Wabup juga berharap agar ke depan ada banyak desa yang memiliki perpusdes. “Mari kita jadikan perpustakaan sebagai sarana pembelajaran luar sekolah yang mampu mendorong kemajuan pola pikir warga masyarakat, sehingga dari perpustakaan akan ada banyak ide positif lahir dan mampu meningkatkan kesejahteraan ekonomi mereka,” pungkas Wabup.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *