Awasi WNA, Imigrasi Wonosobo bentuk Timpora

by -44 views


WONOSOBOZONE – Untuk meminimalisir dan memperketat gerak serta meningkatkan pengawasan terhadap Warga Negara Asing (WNA) yang berada di wilayah kerjanya, Kantor Imigrasi Kelas II Wonosobo membentuk Tim Pengawasa Orang Asing (TIMPORA) yang terdiri dari beberapa Instansi yang mempunyai tugas pokok dan fungsi terkait dengan orang asing, seperti Kepolisian, BAIS, BIN, Dinas Pariwisata, Dinas Perhubungan, Kantor Kementerian Agama, dan dinas terkait lainnya.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Wonosobo Soeryono Tarto Kisdoyo mengatakan bahwa tujuan lain dibentuknya Timpora juga untuk mensinergikan sekaligus memberdayakan berbagai instansi atau lembaga terkait dalam rangka turut serta berperan melakukan pengawasan orang asing.

“Ditahun ini Timpora sudah terbentuk dan berdiri secretariat di wilayah kerja kami yaitu Kabupaten Wonosobo, Kabupaten Temanggung, Kabupaten Magelang, Kota Magelang dan Kabupaten Purworejo”, terang Soeryono kepada wartawan saat melakukan press converence tentang hasil capaian kinerja Pihaknya tahun 2017 di ruang Aula Kantor Imigrasi Kelas II Wonosobo, Selasa (19/120.

Soeryono menambahkan, pada tahun 2017 terjadi beberapa pelanggaran yang dilakukan oleh warga asing sehingga pihaknya melakukan penindakan berupa Tindakan Administratif Keimigrasian (TAK) kepada 7 WNA dan Pro justitia terhadap 2 WNA. Dengan begitu pembentukan Tim Pora ini sangat penting untuk memperlancar dan mempermudah pengawasan WNA yang memiliki dampak negative atau yang menyalahgunakan izin tinggal atau izin kerjanya.

Kedepan, lanjut Soeryono, Kantor Imigrasi Kelas II Wonosobo juga akan membentuk tim pengawasan orang asing (Tim Pora) tingkat kecamatan yang terdiri dari petugas imigrasi, polisi, TNI, pemerintah kecamatan dan kelurahan. Hal tersebut sebagai lanjutan dari Tim Pora tingkat kabupaten dan kota yang sudah dibentuk.
“Untuk rencana awal, Timpora tingkat kecamatan akan kita bentuk di wilayah Magelang mengingat di sana merupakan daerah yang banyak dikunjungi WNA”, jelas Soeryono.

“Dengan adanya Tim Pora tingkat kecamatan, pengawasan terhadap orang asing diharapkan akan lebih mudah. Pasalnya, orang asing lebih dekat dengan RT/RW dan segera bisa dilaporkan kepada tim atau bisa langsung kepada kami karena kami juga memiliki aplikasi untuk pelaporan”, tutup Soeryono.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *