​PCNU Wonosobo Targetkan Miliki RS Dan SLB Di Periode 2017-2022

by -95 views


WONOSOBOZONE – Pengurus Cabang Nahdlotul Ulama (PCNU) Wonosobo masa khidmat 2017-2022 berencana akan membuat Rumah Sakit NU dan Sekolah Luar Biasa (SLB). Hal itu ditegaskan Ketua PCNU Wonosobo, Ngarifin Siddiq, usai memimpin Musyawarah Kerja cabang (Muskercab) NU Wonosobo di halaman Yayasan Al Madina Wonosobo, Minggu (17/12).
.

Ngarifin mengungkapkan lebih dari 70 persen penduduk yang tinggal di Kabupaten Wonosobo merupakan orang nahdliyin, sehingga keberadaan rumah sakit NU di Wonosobo sangat dibutuhkan. Terlebih, lanjutnya, ribuan kaum Difabel Wonosobo masih membutuhkan uluran tangan. Sehingga perlu adanya SLB yang lebih banyak di Wonosobo. “Hasil rapat perdana bersama pengurus NU yang kami gelar beberapa minggu terakhir, point salah satunya itu, bikin rumah sakit NU dan SLB. Hal itu berdasarkan layanan kesehatan dan pendidikan dianggap sebagai layanan publik yang paling dibutuhkan masyarakat, khususnya Wonosobo,” jelasnya..
Ngarifin menjelaskan, upaya merealisasikan RS NU tersebut akan dibahas lebih rinci dan mendalam oleh para pengurus internal di awal tahun 2018. Di kesempatan sama, ia juga membeber mengapa pendirian rumah sakit NU ini danggap penting. Menurutnya, jumlah orang sakit belum berimbang dengan jumlah fasilitas kesehatan terutama rumah sakit swasta di Wonosobo. “Yang pasti, layanan rumah sakit ini sangat dibutuhkan masyarakat. Dan, dengan didirikannya rumah sakit nanti, secara tidak langsung NU memberi kemanfaatan kepada masyarakat dan jamaah dalam hal layanan kesehatan,” ujarnya..
Selain program unggulan yang telah disebutkan, NU juga memiliki program lain yang patut diprioritaskan juga dalam bidang pendidikan selain SLB, yakni akan dilakukan penyeragaman ajaran ASWAJA dan ke-NU-an di sekolah maupun di setiap jenjang pengkaderan. Sedangkan untuk bidang ekonomi, akan mendirikan Bank Perkreditan Rakyat Nahdlatul Ulama (BPRNU) dan juga Pegadaian. Dan dibidang sosial, NU akan berencana membuat lembaga khusus penanggulangan bencana dan perubahan iklim. “Pilot project bidang ekonomi sudah dilaksanakan di Garung dan Wadaslintang yang kita namakan gerakan koin NU. Sementara bidang sosial ini kita seriusi karena Wonosobo sangat rawan bencana,” katanya. Selain itu, PCNU menurutnya juga akan bertekad mempertahankan prestasi-prestasi yang telah di ukir ditingkat Nasional maupun regional Jawa Tengah bai dari para kader maupun dari organisasi ke-NU-an sendiri. (Ard)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *