Dinilai Provokatif dan Tak Memiliki Ijin, Puluhan Spanduk Diturunkan Paksa

by -63 views

WONOSOBOZONE – Merebaknya spanduk bernada provokatif hampir seluruh wilayah Kabupaten Wonosobo membuat tim gabungan dari Kodim 0707, Polres, Satpol PP, Dinas Kominfo, Kantor Kesbangpol, BIN, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), serta Bagian Hukum Setda Wonosobo menggelar razia, Rabu (13/12) . Menyisir ke hampir seluruh Kecamatan, tim yang dibagi menjadi dua regu tersebut menurunkan paksa puluhan spanduk yang berisi tulisan provokatif serta tak memiliki ijin pasang reklame dari DPMPTSP. Dua jenis spanduk banyak beredar tanpa ijin dan menjadi sasaran tim gabungan adalah spanduk berisikan muatan kampanye pribadi tanpa identitas jelas, dan spanduk bernada ajakan menolak investasi yang merusak ekonomi kerakyatan.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja, Hartoyo menerangkan sikap pemerintah terkait peredaran spanduk yang bernada provokatif sangat tegas, yaitu tidak akan memberikan ijin karena berpotensi mengganggu situasi ketenteraman dan ketertiban umum. “Pemasangan spanduk tersebut juga melanggar Perda Nomor 2 Tahun 2016 tentang ketertiban Umum,” terang Hartoyo. Demi pengamanan operasi spanduk, Hartoyo juga mengaku pihaknya sengaja menggandeng unsur TNI-Polri dari Kodim dan Polres, serta mengajak DPMPTSP sebagai OPD terkait yang menangani perijinan. Isi spanduk yang bernada provokatif seperti ajakan melawan Pemerintah apabila mengijinkan berdirinya supermarket, menurut Hartoyo tidak sepatutnya dipasang di berbagai titik strategis, karena bisa mempengaruhi opini masyarakat.

Pernyataan tegas terkait banyaknya spanduk yang beredar tanpa ijin serta bernada menghasut masyarakat juga diungkapkan Asisten Pemerintahan Setda, M Aziz Wijaya. Pemkab Wonosobo, ditegaskan Aziz tidak dapat mentolerir provokasi yang dilakukan kelompok atau pribadi tertentu apabila dinilai meresahkan warga masyarakat. “Tindakan yang kita ambil harus tegas, bahkan apabila di wilayah juga terdapat spanduk serupa, Camat juga saya minta untuk menurunkan paksa,” tegas Aziz. Dukungan yang diberikan jajaran TNI-Polri dalam upaya menertibkan spanduk-spanduk liar tersebut, diakui Aziz juga sangat diperlukan demi menunjukkan bahwa Pemerintah tidak bertindak sendiri dalam upaya mewujudkan situasi kemanan dan ketertiban agar senantiasa kondusif.

Razia spanduk selama sehari penuh, menurut Kepala Bidang Ketenteraman dan Ketertiban, Zaini digelar di seputar Kota Wonosobo, Kecamatan Selomerto, Kertek, Sapuran, Kalikajar, Watumalang, Leksono, Sukoharjo, Mojotengah, Kaliwiro, sampai Wadaslintang. “Laporan dari warga masyarakat di Wilayah menjadi pertimbangan kami untuk menurunkan paksa spanduk-spanduk bernada provokatif serta tidak memiliki ijin pasang reklame,” pungkas Zaini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *