​Tim Gabungan Masih Temukan Miras Oplosan

by -63 views

WONOSOBOZONE – Razia penyakit masyarakat (Pekat) yang digelar Tim Gabungan dari Kodim 0707, Polres, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Dinas Kominfo serta Bagian Hukum Setda Kabupaten Wonosobo, masih menemukan penjual yang nekat memperdagangkan minuman keras jenis murni dan oplosan. Kepala Bidang Penegakan Perda Satpol PP, Sunarso saat ditemui di Mako Satpol, Selasa (12/12) menerangkan perihal temuan miras murni dan miras oplosan tersebut berawal dari kegiatan patroli rutin di seputar Kota Wonosobo, Sabtu malam (9/12). “Tujuan operasi adalah demi terciptanya suasana yang aman dan nyaman di wilayah Kabupaten Wonosobo,” jelas Sunarso. Tim Gabungan, menurut Sunarso mulai berkeliling Kota Wonosobo pada pukul 20.00 WIB dan menyisir sejumlah warung yang dicurigai menjual minuman keras. Selain itu, beberapa hotel dan tempat hiburan malam di seputar Kota, dikatakan Sunarso juga didatangi petugas, demi memastikan tidak di tempat-tempat tersebut tidak memperjualbelikan miras maupun digunakan untuk tindak asusila.

 Di sebuah warung yang terletak di Jalan A.Yani, sekitar Pasaraya Rita, Sunarso mengungkap petugas menemukan satu kardus miras murni dan satu kardus miras oplosan. “Miras-miras tersebut telah kita amankan dan dilakukan pendataan terhadap penjual nya,” ungkap Sunarso. Dari penemuan tersebut, tim gabungan menurut Sunarso juga mengamankan dua penjual minuman haram. Sementara, dari razia yang dilakukan di hotel dan tempat hiburan di daerah Binangun Kecamatan Kertek, Sunarso mengaku tidak menemukan adanya pelanggaran. “Di tempat karaoke di wilayah Sawangan Kecamatan Leksono, petugas mendapati adanya sekelompok pria sedang berkaraoke yang beberapa diantaranya tidak membawa identitas, sehingga petugas melakukan pendataan dan pembinaan di tempat,” lanjutnya.

 Adanya tindakan pengamanan dan penyitaan, menurut Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Satpol PP, Musafak yang juga ikut serta dalam razia dapat dibenarkan. “Para penjual sudah melanggar Perda jadi tadi kemarin kita sudah memanggilnya dan rencana hari ini akan kita lakukan tindakan yustisia, yaitu dengan Pengadilan tindak Pidana ringan (Tipiring)”, ungkap Musyafak.

 Bagi siapa saja yang menjual miras, lanjut Musyaffak, akan tetap dilakukan tindakan ke ranah hukum, meskipun baru sekali terkena razia. Dengan adanya tindakan tersebut Sunarso berharap ada efek jera bagi penjual dan tidak kembali menjual miras.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *