​Diprakarsai Anak Muda, Mie OngkLok Bu Umi Raup Omset Puluhan Juta Perbulan

by -104 views


WONOSOBOZONE – Makanan khas Wonosobo yang satu ini selalu menjadi primadona. Berbahan mie, kobis dan kocai, kuliner kota dingin yang dinamakan Mie Ongklok ini tak henti-hentinya menarik para wisatawan yang berkunjung. Tak hanya sebagai pelengkap dalam menikmati Wonosobo saja, makanan yang tampak begitu gurih dan renyah dengan ditambahkan loh (cairan kental sebagai bahan ciri khas Mie Ongklok) membikin penyuka kuliner ketagihan. Hal tersebut membuat sekelompok anak muda asal Wonosobo berinisiatif untuk mengoptimalkannya. “Kami melihat mie Ongklok ini berpotensi untuk diminati banyak orang. Terlebih kini Wonosobo menjadi kawasan wisata yang sudah mulai dikenal. Kami menangkap peluang tersebut. Jadi kami berupaya menjalankannya,” ungkap Joko Dwi Susanto (26), owner Mie Ongklok Bu Umi yang berada di jalan Masjid, no. 1 Kauman Utara, Wonosobo.
Banyaknya peminat akan makanan berat yang penyajiannya cepat itu menjadikan Joko yang dibantu teman-temannya dalam menjalankan usaha mi Ongklok semakin meningkat. Omset yang dihasilkan dari jualan kuliner andalan setiap bulannya mampu mencapai puluhan juta rupiah. “Ini sebenarnya usaha orang tua kami yang sudah lebih dari 30 tahun berjalan. Namun dulu belum bisa seramai ini. Akhirnya usaha kami ambil alih. Alhamdulillah dengan metode penjualan serta promosi yang tepat, usaha kami dapat berkembang dengan cukup pesat,” beber Joko.
Ketika ditanya mengenai resep rahasia, para pemuda yang turut tergabung menjalankan usaha Mie Ongklok Bu Umi mengaku tak ada yang dirahasiakan. Dari pengolahan mie, bumbu hingga kecap yang digunakan dibeberkannya secara gamblang. “Yang jelas kami sangat mempertahankan cita rasa Mie Ongklok ini. Kata orang-orang yang sering mencoba dari dulu sejak orang tua kami berjualan, katanya rasanya masih sama. Semoga kuliner ini tetap menjadi primadona Wonosobo dan usaha kami dapat bertahan di era globalisasi seperti sekarang ini,” tambah salah satu anak muda lainnya, Mustofa.
Meski dapat meraih omset yang cukup fantastis, para pemuda itu tak lantas berpuas diri. Beberapa inovasi kerap mereka lakukan untuk dapat meningkatkan penghasilan. Selain tempat yang cukup strategis karena berada di jalur utama kabupaten, pemuda yang rata-rata masih berusia seperempat abad itu mengaku telah melakukan penjualan via online. “Kami rencanakan membuat mie Ongklok instan. Sehingga para penikmat mie Ongklok dimanapun berada dapat menikmatinya,” pungkasnya. (Ard)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *