​Tanah Di Kawasan Lindung Diminta Tak Dialih Fungsi

by -133 views


WONOSOBOZONE – Tak kurang dari 125 bidang tanah di Desa Kayugiang, Kecamatan Garung resmi bersertifikat. Jumlah tersebut, diakui Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Rakyat Provinsi Jawa Tengah Rudy Apriyantono sesuai dengan target yang ditetapkan sebelumnya. “Terimakasih kepada jajaran Kantor Wilayah Pertanahan Jawa Tengah, Kantor Pertanahan Kabupaten dan Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Perhubungan Provinsi Jawa Tengah yang telah mampu menyelesaikan target yang ditetapkan sebanyak 125 bidang tanah untuk disertipikasi,” ungkap Rudy di acara penyerahan sertipikat hak atas tanah di kawasan lindung dan tanah sawah lestari di balai desa Kayugiang, Kamis (30/11).


Mewakili Gubernur Jawa Tengah, Rudy juga mengungkap  rasa syukurnya karena proses sertipikasi tanah di Desa Kayugiang berjalan lancar. Terbitnya sertipikat tanah tersebut, menurut Rudy akan sangat membantu warga masyarakat, karena nantinya lebih mampu mendayagunakan lahan secara optimal, dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan secara berkelanjutan. Para warga penerima sertipikat, diminta Rudy untuk memanfaatkan sertifikat secara optimal dan menjaga baik-baik agar tidak hilang. 

“Simpan di bank saja sebagai agunan pinjaman, karena selain tidak hilang juga memberikan manfaat lebih untuk menambah modal bertani,” tutur nya.


Mengingat tanah yang disertipikat berada di kawasan lindung, mantan Kadinsos Propinsi Jawa Tengah itu juga meminta agar para penerima sertipikat tidak mengalihfungsikan lahan mereka. Peran tanah di kawasan lindung, ditegaskan Rudy selayaknya dioptimalkan untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga. Hal itu, menurutnya sejalan dengan prinsip bahwa tanah secara nyata dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, berperan secara nyata untuk terciptanya kehidupan bersama yang lebih berkeadilan, menjamin kelangsungan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara untuk meminimalkan perkara, masalah, sengketa dan konflik pertanahan. “Tanah yang dimanfaatkan secara optimal sesuai dengan peruntukan juga dapat menggerakkan perekonomian desa,” tandasnya.


Sejalan dengan Rudy, Wakil Bupati Wonosobo, Agus Subagiyo juga mengakui pentingnya peran tanah dan sertipikatnya. Agus mencontohkan semasa ia menjabat sebagai Kepala Dinas Pertanian, para petani seharusnya dapat mengakses kredit ketahana pangan dan energi (KKPE) yang bunga pinjamannya hanya 4,5 %. Namun mengingat pinjaman tersebut mensyaratkan agunan berupa sertipikat tanah, Wabup menyebut akhirnya banyak petani yang tidak mampu mengakses modal kerja karena  tanah mereka tidak bersertipikat. “Setelah ini saya berharap target 40 ribu bidang tanah untuk sertipikasi secepatnya didaftarkan melalui pendaftaran tanah sistematis dan lengkap (PTSL),” pungkas Wabup.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *