​Banjir Bandang Tenggelamkan 2 Rumah Dan Hanyutkan Seorang Warga

by -116 views


WONOSOBOZONE – Hujan lebat dan berkepanjangan yang terjadi di Kabupaten Wonosobo pada Selasa (28/11) malam menjadikan luapan sungai yang cukup dahsyat serta tanggul irigasi yang berada di Kampung Kasiran, Kelurahan Mlipak, Kec./Kab. Wonosobo jebol. Akibatnya air yang mengalir secara liar itu menghantam sekaligus menenggelamkan dua rumah warga hingga rusak berat. Bahkan salah satu rumah milik Mugiyanto (55) hilang terbawa arus. Kepala Kelurahan Mlipak, Sukirman mengatakan kejadian diperkirakan pada pukul 20.30 WIB. “Saat itu terjadi hujan sejak pagi hingga malam hari. Yang paling lebat sekitar pukul 6 sore,” terang Sukirman kepada Wartawan di tempat kejadian, Rabu (29/11).

Menurut Sukirman, pasca kejadian tersebut membuat dua rumah rusak parah dan satu pemilik rumah hanyut terbawa arus air. Dengan kondisi tersebut 2 KK yang tinggal di rumah tersebut terpaksa mengungsi di rumah saudara. “Saat ini mengungsi di rumah saudara karena rumah yang terdampak banjir bandang ini sudah tidak bisa ditempat. Sedangkan yang pemilik rumah satunya hanyut terbawa arus air,” bebernya.
Komandan Koramil Kecamatan Wonosobo Kapten Heru Utomo mengatakan pencarian korban hanyut langsung dilakukan sejak Rabu pagi. Pencarian ini melibatkan BPBD Wonosobo, TNI/Polri serta berbagai relawan di Wonosobo. “Saat kejadian anggota keluarga di dalam rumah korban ingin membetulkan tanggul. Tetapi saat itu justru tanggul jebol,” jelasnya. 
— Korban Hanyut Ditemukan Nyangkut di Pohon Kelapa
Usai pencarian selama lebih dari 10 jam, korban hanyut akibat luapan sungai berhasil ditemukan. Menurut Heru, korban tersebut nyangkut di batang pohon kelapa tepian Sungai Serayu yang berada di Desa Sojokorto Kecamatan Leksono Kabupaten Wonosobo sekitar pukul 10.30 WIB. “Setelah dilakulan penyisiran di sepanjang saluran irigasi tersebut akhirnya korban ditemukan nyangkut di pohon kelapa yang melintang di sungai. Perkiraan jarak antara tempat kejadian hingga penemuan jenazah atas nama Mugiyanto sekitar 30 kilometer,” terangnya usai pencarian.
Heri menyebut pencarian korban hanyut sempat mengalami kendala peralatan. Sebab dengan arus sungai yang deras, Heru melarang masyarakat yang ingin membantu mencari tanpa dilengkapi peralatan yang memadai.

“Makanya saat awal pencarian masyarakat setempat saya arahkan untuk mencari di area persawahan. Karena sebelum sampai ke Sungai Serayu aliran itu ke persawahan dulu,” bebernya.

Setelah ditemukan korban dibawa ke rumah sakit. Sedangkan dua rumah korban sudah dilakulan pembersihan dari lumpur serta air akibat banjir bandang tersebut. (Ard)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *