​Wonosobo Targetkan Tempat Umum Menjadi Kawasan Tanpa Rokok Pada 2021, Emang Bisa..?

by -158 views


WONOSOBOZONE – Kabupaten Wonosobo menargetkan tahun 2021 menjadi daerah yang memiliki kawasan tanpa rokok (KTR) di berbagai tempat umum yang ada. Kepala Bidang Pencegahan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Wonosobo, Jaelan Sulat menyampaikan hal tersebut dihadapan tamu undangan Provinsi Sulawesi Tengah yang terdiri dari Bupati, Ketua DPRD dan Wakilnya beserta Sekda dan tim dari Kabupaten Morowali Utara di Pendopo Bupati belum lama ini. Jaelan mengatakan langkah tersebut merupakan salah satu upayanya dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Wonosobo. “Awalnya kami terapkan di lingkup Dinas Kesehatan, selanjutnya ke lingkup pelayanan kesehatan. Setelah itu ke lingkup pendidikan. Terus KTR di wilayah tempat kerja. Dan goalnya nanti di semua tempat umum dijadikan KTR. Semuanya kami rencanakan dengan target waktu 4 tahun,” ungkapnya.

Upaya positif seperti KTR dari Dinas Kesehatan menurut Jaelan baru diterapkan pada awal November 2017 kemarin. Sedangkan untuk saat ini, Jaelan menyebut pihaknya masih menerapkan KTR dalam lingkup Dinas Kesehatan dan Seluruh Rumah Sakit Yang ada di Wonosobo saja. Setelah itu, pada awal tahun 2018, Jaelan menjelaskan bahwa pihaknya akan memperlebar KTR di wilayah pelayanan kesehatan seperti puskesmas dan Klinik. “Sekarang masih wilayah Dinkes dan RS saja. Itu pun belum optimal. Masih kami temukan puntung rokok, bau asap rokok, asbak dan 5 indikator lain yang dilarang dalam KTR tersebut,” terangnya kepada Wartawan, Jum’at (24/11). Sedangkan untuk tahun selanjutnya, pihak Dinkes, kata Jaelan, akan menerapkan KTR di lingkup pendidikan. Karena menurutnya, Reinstra dari Kemenkes menerapkan sedikitnya 50% sekolah yang ada di Kabupaten harus sudah menerapkan KTR. “Padahal untuk sekarang belum ada sekolahan yang menerapkan sekolahnya menjadi KTR. Jadi dalam jangka waktu 3 tahun Ini, 50 persen sekolah yang ada di Wonosobo harus sudah KTR. Baik dari level paud sampai universitas dan juga pondok pesantren,” tegasnya.

Upaya memperluas KTR tersebut dubenarkan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Wonosobo, Junaedi. Pria yang akrab dengan sebutan Jun itu mengaku pihaknya akan melakukan koordinasi sekaligus meminta dukungan dari semua pihak untuk men-sukseskan program tersebut. “Ini programnya belum ada dua minggu berjalan, eh sudah ada yang mau belajar ke kami. Itu tandanya program kami laku dan dilirik banyak daerah,” bebernya. Dengan dukungan dari semua pihak, Jun meyakini upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat akan tercapai dengan mudah. (Ard)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *