Perpusdes Belum Dilirik Sebagai Sasaran Pembangunan

by -49 views

WONOSOBOZONE – Keberadaan Perpustakaan Desa (Perpusdes), yang sebenarnya sangat strategis sebagai media untuk meningkatkan minat baca masyarakat, ternyata masih banyak dipandang sebelah mata. Hasil review oleh Dinas Arsip Dan Perpustakaan Daerah, kondisi eksisting perpusdes saat ini masih blm menjadi prioritas pembangunan. Hal itu terlihat dengan masih belum adanya dukungan kebijakan dan anggaran untuk pengelolaan pengembangan perpustakaan, sehingga minat dan budaya baca masyarakat desa menjadi rendah. “Implikasinya angka putus sekolah tinggi, serta angka pengangguran usia produktif juga tergolong tinggi,” ungkap Kepala Seksi Pembinaan, Pengembangan dan Hubungan antar Lembaga Dinas Arpusda, Astien Umariyah di sela acara pelatihan strategi pengembangan perpustakaan bagi para pengelola Perpusdes di Resto Ongklok, Rabu (22/11). 


Pelatihan yang diselenggarakan oleh Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah bersama TP PKK Kabupaten Wonosobo, bagi pengelola 21 Perpusdes se-Kabupaten Wonosobo tersebut, menurut Astien menjadi salah satu tindak lanjut dari upaya mendorong terbentuknya Perpustakaan model transformatif di Wonosobo. Sasaran pengembangan Perpustakaan model transformatif, dikatakan Astien nantinya adalah para pelaku UMKM, kaum perempuan, serta para pemuda desa. “Perpustakaan transformatif diarahkan pada pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi untuk menciptakan perubahan positif perilaku masyarakat agar lebih cerdas lagi dalam memanfaatkan teknologi sebagai pendukung pengelolaan potensi diri dan desa,” tutur Astien.


Penerapan perpustakaan model transformatif, diterangkan Astien bakal dimulai dari laporan kegiatan perpusdes secara online. Hal tersebut, menurutnya sekaligus sebagai bentuk pembinaan secara berkelanjutan Dinas Arpusda kepada setiap Perpusdes.


Pihak Dinas Arpusda, diakui Astien sangat berharap dengan model pengembangan perpustakaan transformatif yang mengadopsi dari perpuseru coca cola foundation tersebut, akan mampu mendorong percepatan perubahan sosial secara positif melalui perpustakaan sebagai pusat belajar dan berkegiatan masyarakat. “Karena itu pula, dalam pelatihan dengan narasumber Kepala Bidang Perpustakaan Dinas Arpusda, Bambang Wen ini, para peserta diberikan materi-materi terkait pengembangan Perpusdes berbasis teknologi informasi,” bebernya. Selain itu, materi yang disampaikan juga meliputi strategi peningkatan layanan Komputer dan Internet, strategi pelibatan masyarakat, strategi advokasi, promosi efektif serta strategi lobi. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *