Dua Kampung di Wadaslintang Kembali Terisolir

by -22 views

WONOSOBOZONE – Dua kampung di wilayah Kecamatan Wadaslintang kembali terisolir karena jembatan jalan penghubung masuk kampung tiangnya ambrol.


Adalah Dusun Kemutug dan Dusun Kedawung Desa Tirip, saat ini kembali terisolir. Yang beberapa waktu sebelumnya juga terputus akses masuk ke kampung tersebut, karena rusaknya jalan salah satunya terimbas banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi di Dusun Sipait Desa Besuki. Sedangkan yang lain disebabkan karena derasnya hujan yang terjadi saat itu yang mengakibatkan empat jalan menuju  kampung Kemutug tersebut putus yang beakibat desa tersebut terisolir.

 

Dari kerusakan di beberapa titik jalan  tersebut sampai saat ini belum bisa dilalui secara normal. Masih dengan sarana darurat  dan apa adanya.  Seperti yang terlihat di salah satu jembatan yang masih menggunakan kayu yang ditata sebagai jembatan darurat. Sedangkan yang lain hanya di urug seadanya dengan di timbun batu dan tanah serta sebagian yang lain masih dalam proses perbaikan swadaya masyarakat setempat dan bantuan pemerintah. 


Yang terbaru saat ini terjadi di jembatan kalimangur yang menjadi satu-satunya jalan penghubung dari Tirip ke dusun Kresek dan Kemutug. Jembatan tersebut tiang penyangganya ambrol terbawa arus air, yang menjadikan rasa kuatir bagi warga setempat karena sangat barbahaya jika dilalui atau di lewati warga baik dengan kendaraan roda dua atau bahkan roda empat. Kerusakan ini mengakibatkan aktifitas keluar masuk dari dan ke kampung tersebut saat ini lumpuh, baik aktifitas ekonomi maupun aktifitas keseharian. Karena kekhawatiran itu saat ini warga berinisiatif untuk memasang rambu tulisan seadanya sebagai himbauan larangan melintas di jembatan tersebut. 


Warga kedua Dusun tersebut berharap ada perhatian khusus dari Pemerintah Desa setempat untuk kemudian di laporkan kepada Pemerintah Kabupaten agar mendapatkan solusi dan tentunya perbaikan segera, agar aktifitas warga bisa berjalan kembali. “Minimal sepeda motor bisa lewat lah, kuatirnya kalau ada keadaan darurat dari warga, misal ada yang mau melahirkan jadi kita bisa lewat Pak,” kata salah seorang warga setempat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *