Dalam 10 Bulan, BPJS Tangani 1099 Kasus Kecelakaan Kerja

by -77 views

WONOSOBOZONE – Sejak awal tahun sampai bulan Oktober 2017, BPJS Ketenagakerjaan wilayah Karesidenan Kedu telah menangani sedikitnya 1099 kasus kecelakaan kerja yang menimpa para tenaga kerja perusahaan. Hal tersebut disampaikan Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Magelang, Bambang Gunawan Wibisono usai menandatangani perjanjian kerjasama dengan seluruh Puskesmas dan Rumah Sakit yang ada di Kabupaten Wonosobo, Kamis (16/11) di salah satu gedung pertemuan serbaguna Wonosobo. Pria yang akrab dengan Gunawan tersebut menjelaskan, dari ribuan kasus yang ada, pihaknya telah mengeluarkan total klaim lebih dari 3 Milyar Rupiah. “Dari 1099 Kasus Kecelakaan Kerja, total klaim yang kami keluarkan sebesar 3.137.642.860 rupiah. Dari kasus tersebut, di tangani di Pusat Layanan Kecelakaan Kerja (PLKK) sebanyak 641 kasus dengan jumlah klaim sebesar 1.161.538.410 rupiah. Semoga dengan adanya perjanjian dengan Puskesmas ini menjadikan pelayanan kami semakin baik,” ungkapnya kepada Wartawan. Isi dari perjanjian tersebut, tambah Gunawan, berupa program penanganan trauma center yang kini telah berganti nama menjadi PLKK bagi tenaga kerja yang terdaftar BPJS Ketenagakerjaan.
Banyaknya tenaga kerja yang telah melakukan klaim pada lembaga kesehatan yang ada di Wonosobo dibenarkan oleh Kepala Bagian Humas RS. Islam Wonosobo, Siti Laelatussofa. Wanita yang memiliki sapaan akrab Ela itu menyebut pasien ber-asuransi ketenagakerjaan yang kerap berada pada PLKK RS. Islam Wonosobo dalam satu tahun diatas angka 15 orang. “Itu juga masih banyak pasien dari korban kecelakaan kerja maupun penyakit akibat kerja yang mendaftar secara manual tanpa kartu asuransi karena tidak tahu cara pakainya. Jika mereka tahu cara dan aturan menggunakannya, pasien yang menempati PLKK bisa lebih banyak lagi,” kata Ela.

–  Sekarang Bisa Klaim di Puskesmas Terdekat

Sementara menurut Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Wonosobo, Junaedi yang turut menandatangani perjanjian antara BPJS Ketenagakerjaan dengan 24 Puskesmas di Wonosobo mengatakan sebelumnya pihak asuransi juga telah melakukan kerjasama dalam hal yang sama kepada pihak Pemerintah Kabupaten Wonosobo. Namun hanya kerjasama dengan pihak Rumah sakit saja. “Tahun kemarin sudah kerjasama yang selalu diperpanjang setiap dua tahun. Tapi hanya dengan RSUD Setjonegoro, RS. Islam Wonosobo dan PKU Muhammadiyah Wonosobo. Nah sekarang perusahaan yang bergerak di bidang asuransi ketenagakerjaan itu merangkul seluruh pelayanan kesehatan tingkat pertama di Wonosobo yang berjumlah 24, yakni Puskesmas,” terangnya.
Terkait kesiapan dari masing-masing Puskesmas, pria yang akrab dengan sebutan Jun itu mengungkapkan bahwa tak ada kesiapan khusus atas tindak lanjut dari perjanjian yang telah disepakati untuk menampung para korban kecelakaan kerja dari peserta BPJS Ketenagakerjaan. Pasalnya, lanjut Jun, setiap Puskesmas yang ada di Wonosobo sudah memiliki pelayanan yang cukup mumpuni dalam memberikan pertolongan pertama kepada korban kecelakaan, terlebih kecelakaan kerja. “Puskesmas kami selalu siap untuk melakukan pertolongan pertama pada korban kecelakaan kerja. Nanti kalau di Puskesmas sudah tidak bisa karena keterbatasan sarapana dan prasaranya, akan kami rujuk ke Rumah Sakit terdekat,” tandas Jun. (Ard)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *