Ratusan Pelaku IR Dilatih Pemasaran Online

by -31 views

WONOSOBOZONE – Sedikitnya 120 wanita dari pelaku industri rumahan (IR) dilatih strategi pemasaran secara online. Meski sebagian dari mereka masih gagap teknologi (gaptek), namun tak mengurungkan semangat belajar untuk dapat menguasai perangkat teknologi informasi itu. Hal tersebut menurut Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPKBPPPA) Kabupaten Wonosobo, dr. Okky Hapsoro merupakan langkah pihaknya dalam memberdayakan perempuan di tingkat lanjut. Mengingat di era keterbukaan informasi, peran digital dalam memasarkan produk menjadi hal yang cukup signifikan. “Pelatihan ini merupakan tindak lanjut setelah sebelumnya mereka mendapat pelatihan tentang edukasi pengelolaan IR yang baik dan ideal pada bulan sebelumnya,” terang Okky yang juga bertindak sebagai ketua panitia usai membuka pelatihan di laboratorium komputer Universitas Sains Al-Qur’an (Unsiq) Jawa Tengah di Wonosobo, Rabu (15/11).
Menurut Okky, ke-gaptekan para wanita yang sebagian besar seorang ibu terlihat dari cara mengoperasikan komputer yang masih kaku. Selain itu, lanjutnya, dari ratusan peserta yang hadir, sedikitnya 10 persen saja yang sudah memiliki akun media sosial. “Lainnya boro-boro punya. Media sosial seperti Facebook, instagram, twitter, BBM ataupun WhatsApp saja gak tahu. Oleh karenanya di pangsa pasar dunia maya yang luas itu, kami ingin mengarahkan mereka kesana. Agar pemasukan pelaku IR ini dapat semakin meningkat,” harap Okky.
Dalam pelatihan yang digelar selama 2 hari tersebut, salah satu pemateri dari Institut Tekhnik Telkom Purwokerto, Muhammad Fajar Sidiq menjelaskan materi yang diberikan berupa strategi memanfaatkan media sosial dan akun e-commers seperti Bukalapak dan Tokopedia sebagai sarana penjualan produk. Awalnya, pria yang akrab dengan sebutan Fajar sempat mengalami kesulitan lantaran kurangnya pengetahuan parta peserta tentang dunia digital, namun ia tetap memberikan apresiasi. “Meski gaptek, para ibu-ibu itu tetap memiliki semangat belajar tinggi. Mereka tak malu untuk belajar dari awal. Semangat inilah yang kami apresiasi,” tandas Fajar.
Sementara salah satu peserta, Eristi Faizah (38) seorang penjual sate lontong mengungkapkan kebahagiaan atas pelatihan yang diikutinya. Eristi mengaku pengalaman yang telah didapatkan menjadi modal motivasinya untuk mengembangkan usaha yang telah dilakoni. “Ini sangat-sangat menambah wawasan saya. Saya jadi punya planning pemasaran kedepan. Semoga dengan adanya pelatihan ini dapat bermanfaat khususnya untuk saya,” pungkasnya. (Ard)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *